Breaking News:

Berita Nasional

Empat Tahun, Wisnu Harus Panjat Tembok 1 Meter saat Masuk Keluar Rumah

Menurutnya, Wisnu memang setiap hari harus memanjat pagar tembok setinggi satu meter itu saat akan masuk dan keluar rumahnya.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/MITA
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PONOROGO - Rekaman video yang memperlihatkan Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sedang memanjat pagar tembok saat masuk dan keluar rumahnya, viral di media sosial.

Terkait video viral tersebut, Kepala Desa Gandukepuh Suroso saat dikonfirmasi membenarkannya.

Menurutnya, Wisnu memang setiap hari harus memanjat pagar tembok setinggi satu meter itu saat akan masuk dan keluar rumahnya.

Pasalnya, pagar tembok itu dibangun persis di depan rumah Wisnu oleh tetangga wisnu, berinisial M. Sehingga, ia tidak memiliki akses jalan untuk masuk ke rumahnya sendiri.

Perselisihan antar tetangga itu, menurutnya, dipicu masalah sepele. Yaitu, tetangga berinisial M itu sering menginjak kotoran ayam saat melintas di depan rumah Wisnu.

Karena kesal, M kemudian membangun pagar tembok persis di depan rumah tukang pijat urut tersebut. Sehingga, membuat Wisnu kesulitan saat masuk dan keluar rumah.

"Saat M dan suaminya lewat, kadang-kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya, ya dipagar itu," kata Suroso, Jumat (24/7/2020).

Mediasi gagal
Kasus perselisihan antar tetangga itu, menurutnya, sudah berulang kali berusaha diselesaikan lewat jalur mediasi. Namun selalu gagal.

Padahal, pagar tembok itu didirikan di atas lahan milik desa. Namun justru diklaim sepihak oleh tetangga Wisnu tersebut.

Karena upaya mediasi selalu berujung jalan buntu, lanjut Suroso, kasus itu akhirnya dibawa ke pengadilan dan sudah dimenangkan oleh Wisnu selaku pihak yang dirugikan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved