Teror Virus Corona

Angka Kematian Capai 10-20 Per Hari, DPRD Jateng Dorong Tes Massal Deteksi Covid-19

Menurutnya, kasus kematian yang diakibatkan corona juga cukup tinggi, yakni 10 hingga 20 orang meninggal per hari, bahkan lebih.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tren kasus warga yang dikonfirmasi positif virus corona Covid-19 di Jawa Tengah terus meningkat, akhir-akhir ini.

Data hingga Minggu (26/7/2020) siang pukul 13.00 WIB, tercatat ada 8.378 kasus. Setiap harinya, selalu ada penambahan kasus. Jika dilihat data per hari, ada penambahan 100-200 kasus.

Bahkan, laporan Satuan Tugas Covid-19, pemerintah pusat mencatat tiga provinsi dengan tambahan kasus tertinggi pada Rabu (21/7/2020), pekan lalu.

Tiga provinsi dengan tambahan pasien terinfeksi virus corona itu adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jateng mendapat tambahan 319 kasus baru.

Anggota DPRD Jateng, Riyono, menuturkan, kondisi kasus corona di Jateng terus meningkat, bahkan pejabat provinsi dan daerah banyak yang sudah terkena virus ini.

Menurutnya, kasus kematian yang diakibatkan corona juga cukup tinggi, yakni 10 hingga 20 orang meninggal per hari, bahkan lebih.

Tercatat, pada Jumat (23/7/2020), ada 34 pasien konfirmasi corona menghembuskan napas terakhir.

"Kasus kematian di Jateng cukup tinggi. Masuk lima besar nasional. Ini membutuhkan kewaspadaan kita semua, baik eksekutif ataupun legeslatif," kata Riyono, Minggu.

Data menyebutkan, lanjutnya, bahwa angka reproduksi efektif masih di atas angka 1. Artinya, masih tinggi dan harus diturunkan di bawah 1.

Anga reproduktif atau R merupakan peringkat pada kemampuan penyebaran sebuah penyakit.

Wakil rakyat dari Fraksi PKS itu menegaskan, frekuensi swab massal dan tracing terhadap klaster baru perlu digencarkan lagi.

"Tracing harus dilakukan terhadap klaster baru yang ada di Grobogan, Kudus, Wonogiri, Jepara, Kota Semarang, dan terbaru di Pemalang serta RS Moewardi," ujarnya.

Sementara, terkait peningkatan kasus, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menegaskan, temuan kasus yang meningkat lantaran dipengaruhi tracing kontak yang aktif.

"Juga, karena kami melakukan testing. Tracing dan testing ini kami tingkatkan secara sistematis, terstruktur, dan masif. Dengan demikian, kami mengharapkan, banyak warga yang di-tracing dan testing," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Teror Virus Corona
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved