Berita Banyumas

Kisah Mbah Tarso Hidup di Gubuk Karung di Purwokerto dan Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Gubuk berukuran 2x3 dengan tinggi hanya satu meter yang terbuat dari karung dan plastik menjadi istana bagi Mbah Tarso (70) dan istrinya Sugiani (31).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati
Mbah Tarso bersama istrinya Sugiani saat berada di gubuknya di RT 7 RW 6, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gubuk berukuran 2x3 dengan tinggi hanya satu meter yang terbuat dari karung dan plastik menjadi istana bagi Mbah Tarso (70) dan istrinya Sugiani (31).

Siapa yang menyangka jika di tengah keramaian Kota Purwokerto, masih ada warganya yang hidup memprihatinkan. 

Mbah Tarso dan istri tinggal di RT 7 RW 6, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat.

Raut mukanya menyiratkan ketabahan dalam menjalani hidup yang pasti tidak semua orang rasakan.

Contohnya saja untuk makan sehari-hari.

Dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari ia mengandalkan pada sebuah alat pancing.

Mbah Tarso biasanya memancing belut di sungai Banjaran yang tidak jauh dari samping gubuknya. 

Ketika berkunjung ke gubuk mbah Tarso, jangan bayangkan ada lantai keramik, karena lantai mereka beralaskan spanduk-spanduk bekas.

Jelang Real Madrid vs Alavez, Luka Jovic Justru Harus Jalani Karantina Mandiri

Bupati Banyumas Wajibkan Pembelajaran Daring saat Tahun Ajaran Baru Dimulai

Cristiano Ronaldo Ungkap Perasaannya di Instagram Seusai Juventus Dipermalukan AC Milan

Ombudsman Jateng Ungkap Rapid Test Jadi Lahan Bisnis untuk Keuntungan Segelintir Oknum

Mbah Tarso bersama istrinya Sugiani saat berada di gubuknya di RT 7 RW 6, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (9/7/2020).
Mbah Tarso bersama istrinya Sugiani saat berada di gubuknya di RT 7 RW 6, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kamis (9/7/2020). (Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati)

Selain itu, mereka juga hidup jauh dari pemukiman penduduk.

Ketika akan memasak, kayu bakar yang mereka gunakan agar dapur tetap mengepul.

Tidak mudah memang untuk mencapai gubuk Mbah Tarso, setidaknya harus berjalan kaki melewati sawah-sawah dan kebun milik warga.

Keduanya diketahui tinggal di tanah pribadi milik warga serta tanpa adanya penerangan listrik.

"Saya sudah tinggal lima tahun di sini. Asli Kranji, Purwokerto Timur."

"Biasanya saya mancing belut untuk dijual tapi kadang dapat kadang juga tidak," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (9/7/2020).

Mbah Tarso mengisi aktivitasnya sehari-hari dengan mencari belut atau ikan lele untuk dimakan bersama istrinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved