Pilkada Serentak 2020

KPU Jateng Sebut Belum Bisa Terapkan Ide Bagus Ganjar Pranowo, Pemungutan Suara Cara E-Voting

Sebagai KPU di tingkat provinsi yang hanya pelaksana, tentu butuh payung hukum mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak cara e-Voting di Jawa Tengah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRibun Jogja
Logo KPU 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gagasan penggunaan sistem pemilihan berbasis elektronik atau e-Voting dalam Pilkada Serentak 2020 menurut KPU Provinsi Jawa Tengah perlu pembahasan lebih lanjut.

Sebetulnya, e-Voting merupakan wacana lama dalam terobosan atau inovasi dalam sistem pemilihan umum.

Namun, harus disiapkan secara matang lantaran terkait infrastruktur.

Penumpang KA Lokal Tak Perlu Bawa Surat Sehat Covid-19, Misal di Stasiun Tegal untuk KA Kaligung

Pilbup Kendal, Partai Golkar Sandingkan Mirna Annisa dengan Pengusaha Muda

Saatnya Pemungutan Suara Cara E-Voting, Begini Alasan Gubernur Ganjar Pranowo

Pemilik Toko Makanan Simpan Ribuan Miras di Bunker, Bupati Banjarnegara: Pasti Kami Pidanakan

"Sebenarnya ide e-Voting itu bagus. Apalagi, diterapkan di masa pandemi virus corona seperti saat ini."

"Sebagai KPU di tingkat provinsi yang hanya pelaksana, tentu butuh payung hukum mengenai itu," kata Ketua KPU Jateng'> KPU Jateng, Yulianto Sudrajat kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (14/6/2020).

Intinya, sepanjang diatur dalam regulasi dan selaku konstituen dalam Undang Undang, KPU Jateng'> KPU Jateng akan menjalankannya.

Meskipun demikian, kata dia, harus ada persiapan panjang terkait penggunaan e-Voting.

Karena harus disiapkan dari segi infrastruktur jaringan, dan sebagainya.

Selain itu, harus dipikirkan juga tidak meratanya jaringan internet di semua daerah.

Wilayah yang kategori blankspot jaringan, tentu tidak bisa mengakses dan tidak bisa dipaksakan memakai e-Voting.

"Sepanjang memenuhi prinsip efektif dan efisien, KPU sependapat dengan wacana tersebut," tandasnya.

Selain itu, perbedaan teknis cara memilih harus diketahui masyarakat.

Edukasi dirasa penting di saat mem-vote (pilih) dengan e-Voting berbeda dengan konvensional.

"Masyarakat Jawa Tengah itu heteregon, perkotaan dan perdesaan level melek teknologinya berbeda."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved