Breaking News:

Teror Virus Corona

Tidak Terima Istrinya Dikebumikan di Tempat Pemakaman Covid-19, Seorang Pria Menggugat Gugus Tugas

Alasannya karena ia merasa istrinya tidak meninggal karena infeksi virus corona, namun dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.COM
Foto Ilustrasi Pemakaman Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pria asal Gowa akan menggugat Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan.

Alasannya karena ia merasa istrinya tidak meninggal karena infeksi virus corona, namun dimakamkan di tempat pemakaman khusus Covid-19.

Ia adalah Andi Baso Ryadi.

Ia tidak terima almarhumah istrinya dikuburkan di pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Gowa.

Banjir Rob di Pekalongan Semakin Meluas, 2 Kecamatan Terendam

Jadwal Acara TV Hari Ini Kamis 4 Juni 2020 - Trans TV, Trans 7, SCTV, RCTI, Net TV dan GTV

Liverpool Cuma Punya 12 Hari Lagi untuk Dapat Timo Werner Berharga Murah

Jakarta Siapkan Pedoman Beroperasi Tempat Hiburan saat New Normal, Mulai Diskotek - Panti Pijat

Ryadi mengatakan, istrinya Nurhayani dimakamkan di Pemakaman Macanda usai dijadikan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Senin (15/5/2020) lalu.

Padahal, kata Ryadi, istrinya tersebut masuk ke rumah sakit karena mengalami gejala stroke.

Ryadi beserta anak-anaknya pun sempat menolak usaha tim gugus untuk memakamkan istrinya dengan protap pemakaman Covid-19.

Penolakan Ryadi bersama anak-anaknya itu terekam dalam video dan baru viral pada Rabu (3/6/2020).

Sang anak bahkan sempat menaiki mobil ambulans yang ingin membawa ibunya di pemakaman.

"Istri saya tidak memiliki riwayat penyakit, tiba-tiba kena stroke. Lama penanganannya sampai pecah pembuluh darah dan dia mengeluh sakit kepala terus."

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved