Teror Virus Corona
Kabur Kangen Keluarga, Kisah Santri Positif Covid-19 Klaster Temboro Asal Blora
Pasien positif Covid-19 tersebut merupakan lelaki berusia 18 tahun, santri klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur yang dirawat hampir 10 hari.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Seorang santri pasien positif corona asal Blora melarikan diri dengan alasan kangen terhadap orangtuanya.
Pasien positif corona itu asal Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dia kabur dalam masa perawatannya di Klinik Bhakti Padma, Blora, Kamis (4/6/2020).
• Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit
• Masuk Jakarta Tanpa SIKM, 20 Pekerja Bangunan Asal Tegal dan Banyumas Terancam Bayar Rp 1,2 Juta
• Diduga Langgar Kode Etik, ASN Pemkab Purbalingga Laporkan Bawaslu ke DKPP
• Resmi, Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji Jabat Wakapolda Jateng
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Lilik Hermanto membenarkan hal tersebut.
Menurut Lilik, saat ini petugas gabungan masih mencari keberadaan pasien positif Covid-19 tersebut.
"Keterangan petugas medis, pasien ini kabur pagi ini."
"Aparat gabungan masih mencari keberadaannya," kata Lilik seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (4/6/2020).
Dijelaskan Lilik, pasien positif Covid-19 tersebut merupakan lelaki berusia 18 tahun, santri klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur yang dirawat hampir 10 hari.
"Kemungkinan kabur karena kangen keluarga," kata Lilik.
Lilik melanjutkan, pasien itu sudah menjalani uji swab sebanyak dua kali dan hasilnya masih positif.
"Karena itu, meski tidak mengalami gejala sakit kronis atau penyakit penyerta, pasien tersebut belum diperbolehkan pulang," ungkap Lilik.
Sementara itu Kapolsek Kunduran, Iptu Lilik Eko Sukaryono mengatakan, sejauh ini kepolisian masih menelusuri keberadaan pasien positif Covid-19 tersebut.
"Masih kami cari keberadaannya. Mohon doanya segera ditemukan," kata Lilik.
Sementara itu, hingga saat ini total ada 30 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blora.
Rinciannya, 22 orang dirawat, 3 meninggal dunia, dan 5 sudah dinyatakan sembuh. (*)