Berita Kesehatan

Awas Kanker Perut, Jarang Diketahui Tapi Menyakitkan, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Bila mengacu pada data kesehatan, kanker perut adalah penumpukan sel-sel abnormal yang membentuk massa di bagian perut.

Editor: deni setiawan
Thinkstockphotos
Ilustrasi seseorang mengalami perut buncit. Dimana itu bisa menjadi penanda gejala kanker lambung atau perut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Ada satu jenis penyakit kanker yang kerapkali diabaikan masyarakat.

Yakni kanker perut atau disebut juga kanker lambung.

Bila mengacu pada data kesehatan, itu adalah penumpukan sel-sel abnormal yang membentuk massa di bagian perut.

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Masuk Jakarta Tanpa SIKM, 20 Pekerja Bangunan Asal Tegal dan Banyumas Terancam Bayar Rp 1,2 Juta

Diduga Langgar Kode Etik, ASN Pemkab Purbalingga Laporkan Bawaslu ke DKPP

Jateng Terbanyak Napi Asimilasi Berulah Lagi, Kemenkumham: Kriminalitas Bukan Faktor Tunggal

Gejala kanker perut jarang terlihat, kecuali menyebar ke seluruh perut dan berlanjut ke organ lain.

Tingkat kelangsungan hidup penderita kanker lambung selama lima tahun adalah 90 persen.

Namun, persentase itu akan berkurang jika mencapai tahap lanjut.

Kanker perut dikenal sebagai salah satu kanker paling menyakitkan.

Tetapi, rasa sakit bukan satu-satunya tanda peringatan dini kanker perut.

Sebagian besar penyakit ini bersifat sporadis atau disebabkan oleh mutasi DNA acak.

Salah satu gejala umum dari kanker perut adalah penyakit ini tidak memiliki gejala sama sekali.

Namun, umumnya penderita sering mengabaikan tanda-tanda yang muncul.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mewaspadai tanda-tanda kanker perut, antara lain:

1. Perubahan pada tinja

Perubahan ukuran tinja, sering diare, dan buang air tidak teratur sering diindikasikan sebagai kanker saluran pencernaan.

Jika disertai dengan rasa tidak nyaman terus-menerus di perut.

Maka, dapat mengindikasikan kanker.

Ini adalah salah satu tanda peringatan dini kanker perut.

Adanya darah dalam tinja juga merupakan indikasi kanker perut, yang membutuhkan penanganan dokter segera.

2. Nyeri konstan di perut

Nyeri konstan di perut dapat menunjukkan pertumbuhan massa kanker di suatu tempat di perut.

Rasa tidak nyaman yang konstan di perut tidak dapat diabaikan karena menjadi salah satu gejala paling umum dari kanker perut.

3. Kehilangan nafsu makan

Meski kehilangan nafsu makan bisa menandakan berbagai penyakit ringan lain.

Tidak tertarik secara konstan terhadap makanan bisa merupakan gejala kanker perut.

Bisul juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, yang mana itu juga merupakan faktor risiko kanker perut.

4. Penurunan berat badan tanpa sebab

Jika penurunan berat badan terjadi secara bertahap, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun, apabila ada penurunan berat badan secara tiba-tiba, jangan abaikan dan segera periksakan ke dokter.

Sebab, hal itu adalah tanda kanker perut sebagai akibat hilangnya nafsu makan.

5. Heartburn

Heartburn atau rasa terbakar di dada hingga kerongkongan merupakan gangguan pencernaan dan masalah umum lainnya bisa menjadi tanda kanker perut.

Ini ditunjukkan sebagai tanda dan faktor risiko kanker perut.

6. Kembung, diare, dan sembelit

Tumor kanker yang tumbuh di perut dapat membuat kita merasa kembung atau mengacaukan gerakan usus.

Jangan abaikan jika kamu merasakan ini, segera konsultasi pada dokter bila kondisi ini terus berlanjut.

7. Kesulitan menelan

Dalam beberapa kasus, kanker lambung dapat meluas ke kerongkongan, menyebabkan disfagia, atau kesulitan menelan.

Kondisi ini dapat menyebabkan batuk atau tersedak saat makan atau minum, dan terkadang makanan akan muncul kembali setelah menelannya.

8. Kenyang terlalu cepat

Tanda peringatan kanker perut stadium akhir terjadi ketika otot-otot perut tidak bisa lagi mendorong makanan melalui usus.

Perut menjadi buncit dan menyebabkan kenyang dengan cepat.

Menurut para ahli kesehatan, sejumlah langkah dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker perut, seperti:

- Membatasi jumlah alkohol dan penggunaan produk tembakau

- Beralih ke pola makan nabati yang lebih bersih

- Hindari makanan yang diasap dan diasinkan

- Konsumsi biji-bijian, seperti roti gandum, sereal, pasta, dan nasi

- Pertahankan berat badan yang sehat

(*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Tanda-tanda Kanker Perut yang Harus Diwaspadai"

Doni Monardo: Silakan Daerah Berzona Kuning Terapkan New Normal

Bukti Pasien Sembuh Kembali Positif Covid-19, Bupati Banjarnegara: Sekeluarga Masuk Klaster Gowa

Teror Pocong di Purbalingga Belum Berakhir, Kali Ini Warga Desa Munjul Temukan Kain Kafan di Jalan

Tak Cuma Hukum Push Up, Tidak Pakai Masker Pengendara Juga Bisa Ditilang Polisi di Banyumas

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved