Senin, 13 April 2026

Berita Sragen

Tenaga Medis Diteror Keluarga Pasien Corona di Sragen, Ganjar Minta Polisi Bertindak

Seorang tenaga medis UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati
Simulasi kesiapaiagaan petugas medis yang menggunakan perlengkapan khusus saat membawa pasien Corona ke ruang Isolasi RSUD Margono, Soekarjo Purwokerto, pada Senin (3/2/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Seorang tenaga medis UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien.

Usai memeriksa keluarga pasien positif corona Covid-19, tenaga medis itu mendapat ancaman serta intimidasi yang disampaikan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melalui keterangan tertulis mengatakan sudah mendapat laporan ihwal ancaman itu.

Dirinya meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).

Penyekatan Arus Balik di Jawa Tengah Diperpanjang

Setelah Sempat Terganggu, PLN Pastikan Listrik di Jateng DIY Kembali Norma Sejak Minggu 31 Mei Pagi

IDAI Sarankan Belajar di Rumah Dilakukan Hingga Desember 2020

Diduga Korsleting Listrik, Tiga Unit Warung Makan di Candisari, Semarang Terbakar

Lanjutnya, masyarakat tidak memberikan stigma terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan pandemi.

Sebab, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit."

"Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," tandasnya.

Gubernur juga mendapatkan informasi bahwa korban mengalami trauma.

Ia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

"Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," terangnya.

Ganjar juga mengatakan masih mendalami persoalan itu. Sebab dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab dan faktor lainnya.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban), saya ingin telpon untuk dengar sendiri."

Daftar 102 Kabupaten dan Kota Bebas Covid-19 di Jateng Cuma ada Satu, Boleh Beraktivitas New Normal

Penerapan New Normal Pendidikan, Fikri Faqih Minta Pemerintah Pertimbangkan Usulan IDAI

Wisata Dieng Siap Terapkan New Normal, Kembali Dibuka Dengan Pembatasan Kunjungan

Bebas Lewat Program Asimilasi Virus Corona, Kembali Dipenjara Karena Perkosa Anak Calon Istri

"Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved