Berita Wonosobo

Wisata Dieng Siap Terapkan New Normal, Kembali Dibuka Dengan Pembatasan Kunjungan

Sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mulai bersiap diri menerapkan tatanan kehidupan normal baru (new normal.

Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Rival Almanaf
Seorang wisatawan mencoba salah satu wahana di objek wisata Dieng, beberapa waktu lalu sebelum ditutup karena wabah virus corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mulai bersiap diri menerapkan tatanan kehidupan normal baru (new normal) dalam menerima kunjungan wisatawan.

Pengelola Telaga Warna Dieng, Agus Purnomo di Wonosobo, Jumat (29/5/2020), seperti dikutip dari Antara, mengatakan tatanan kehidupan normal baru tersebut dengan pembatasan jumlah pengunjung dan penegakan aturan protokol kesehatan Covid-19.

Protokol kesehatan yang harus ditaati seperti kewajiban mengenakan masker bagi pengunjung serta penyediaan fasilitas cuci tangan maupun hand sanitizer.

Bebas Lewat Program Asimilasi Virus Corona, Kembali Dipenjara Karena Perkosa Anak Calon Istri

Update Evakuasi Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Sudah 80 Persen, Arus Lalin Masih Dialihkan

Kabar Duka Tante Maia Estianty Meninggal Karena Covid-19, Seluruh Keluarga Jalani Rapid Test

Penambang Belerang di Ijen Banyuwangi Meninggal Setelah Terhempas Tsunami Kawah, Begini Kronologinya

Selain itu juga penerapan social dan physical distancing, dan saat berselfie di obyek wisata pun akan menjadi tata tertib baku di setiap obyek wisata.

Menurut Agus kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo termasuk yang terpukul paling parah dari adanya pembatasan pergerakan warga di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Kalau dihitung kerugian secara materi, jelas sangat besar karena masa pandemi ini juga melewati salah satu puncak panen wisatawan di masa liburan Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Ia menyebutkan pada liburan Idul Fitri jumlah pengunjung di Objek Wisata Telaga Warna bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 orang per hari, sehingga dari sisi retribusi saja ada potensi kerugian sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per hari.

Sejumlah pelaku wisata, seperti pramuwisata dan para pedagang yang biasa berjualan di Telaga Warna menurut Agus sudah mulai menyuarakan kegelisahan, karena kepastian waktu pembukaan kembali tidak ada kejelasan.

Padahal, katanya sebagian besar dari mereka menggantungkan perputaran ekonomi keluarga dari aktivitas di obyek wisata di seputar kawasan Dieng tersebut.

Ia menuturkan tidak hanya para pelaku wisata yang berupaya keras bertahan di masa pembatasan sosial seperti saat ini.

Para wisatawan pun sudah banyak yang berupaya untuk bisa mengunjungi Telaga Warna, meskipun mengetahui pintu masuk ditutup rapat dan dijaga petugas.

"Akhirnya banyak pengunjung yang saya lihat berswafoto di tengah jalan, dengan latar belakang gerbang masuk kawasan Dieng Plateu," katanya.

Wisatawan yang rata-rata anak muda tersebut, menurut dia, datang dari luar kota untuk menuntaskan rasa penasaran mereka ingin mengetahui apakah kawasan Dieng sudah dibuka kembali atau belum.

Persiapan menuju tatanan normal baru juga ditunjukkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gunung Lanang di Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang.

Terlau Cantik Setelah Operasi Plastik Gadis Ini Tidak Lagi Dianggap Anak Oleh Ibunya

Misteri Lenyapnya Ternak di Cianjur Terungkap, Ular Seberat 30 Kilogram Ditiangkap Warga

Sempat Negatif di Swab Pertama, Warga Kabupaten Tegal Positif Covid-19 di Swab ke Dua

Di Tengah Pandemi Virus Corona Amerika Serikat Keluar Dari WHO, Begini Alasan Donald Trump

Di obyek wisata desa tersebut, sejumlah pengelola tetap berjaga dan secara rutin membersihkan kawasan wisata yang populer karena pemandangan indah dari ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Memulai Sebuah Purwokerto

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved