Jumat, 5 Juni 2026

Berita Nasional

Penerapan New Normal Pendidikan, Fikri Faqih Minta Pemerintah Pertimbangkan Usulan IDAI

Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi corona Covid-19.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Rival Almanaf
dok.istimewa/https://turnto10.com/
Ilustrasi New Normal 

 
TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi corona Covid-19.

Satu hal yang sedang dipersiapkan yakni di bidang pendidikan. Aktivitas masyarakat di bidang ini tengah dirumuskan agar pelaksanaan tetap berjalan.

Wakil Ketua Komisi X (Bidang Pendidikan) DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan usulan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait new normal pendidikan.

Wisata Dieng Siap Terapkan New Normal, Kembali Dibuka Dengan Pembatasan Kunjungan

Bebas Lewat Program Asimilasi Virus Corona, Kembali Dipenjara Karena Perkosa Anak Calon Istri

Update Evakuasi Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Sudah 80 Persen, Arus Lalin Masih Dialihkan

Kabar Duka Tante Maia Estianty Meninggal Karena Covid-19, Seluruh Keluarga Jalani Rapid Test

Ada sebelas anjuran yang perlu diperhatikan pemerintah. Beberapa diantaranya anjuran tetap melanjutkan kegiatan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran jarak jauh.

"Pembelajaran jarak jauh disarankan tetap dilanjutkan. Mengingat, sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan. Lalu, kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik," kata politikus PKS ini kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2020).

Tidak hanya itu, Ketua DPW PKS Jawa Tengah itu juga meminta pemerintah kembali mempertimbangkan wacana masuk sekolah di bulan Juni atau tahun pelajaran baru.

Ia menjelaskan, data IDAI menunjukkan hingga 18 Mei diketahui jumlah pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 merupakan usia anak. Selain itu, 129 anak berstatus PDP meninggal.

Kemudian, 584 anak terkonfirmasi positif dan 14 anak meninggal akibat Covid-19.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 d Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19," kata legislator dari Dapil Jateng IX (Brebes, Tegal, Kota Tegal) itu.

Apalagi, lanjutnya, kurva kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Padahal, penerapan new normal akan berjalan efektif, setelah kurva landai. Sebulan setelahnya bisa berkegiatan kembali dengan normal yang baru.

Penambang Belerang di Ijen Banyuwangi Meninggal Setelah Terhempas Tsunami Kawah, Begini Kronologinya

Terlau Cantik Setelah Operasi Plastik Gadis Ini Tidak Lagi Dianggap Anak Oleh Ibunya

Misteri Lenyapnya Ternak di Cianjur Terungkap, Ular Seberat 30 Kilogram Ditiangkap Warga

Sempat Negatif di Swab Pertama, Warga Kabupaten Tegal Positif Covid-19 di Swab ke Dua

"Tetapi kurva masih naik. Karena itu, kami meminta pemerintah memperhatikan imbauan yang dikeluarkan IDAI," tandasnya.

Wacana new normal, kata dia, mestinya membuat suasana menjadi normal seperti semula, bukan malah tambah panik.

Di sisi lain, menurutnya, yang menjadi pertimbangan mestinya bukan hanya pemulihan ekonomi, sehingga diterapkan lah new normal. Tapi juga harus mempertimbangkan semua faktor secara komprehensif karena ini meliputi keselamatan dan kesehatan.(mam)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved