Berita Jateng
Penyekatan Arus Balik di Jawa Tengah Diperpanjang
Penyekatan arus balik di Jawa Tengah akan diperpanjang, hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Penyekatan arus balik di Jawa Tengah akan diperpanjang, hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Ada beberapa alasan kenapa ia kemudian menerapkan kebijakan perpanjangan waktu penyekatan arus balik di Jawa Tengah.
Ia mengatakan penyekatan kendaraan dalam Operasi Ketupat Candi 2020 di 13 jalur masuk Jawa Tengah diperpanjang selama sepekan ke depan.
"Batas waktu operasi ketupat candi kita perpanjang sampai satu minggu ke depan mulai terhitung hari ini sampai tanggal 7 Juni 2020," jelas Ahmad saat melakukan pengecekan Pos Pengamanan di Tol Kalikangkung, Sabtu (30/5/2020).
• Setelah Sempat Terganggu, PLN Pastikan Listrik di Jateng DIY Kembali Norma Sejak Minggu 31 Mei Pagi
• IDAI Sarankan Belajar di Rumah Dilakukan Hingga Desember 2020
• Diduga Korsleting Listrik, Tiga Unit Warung Makan di Candisari, Semarang Terbakar
• Daftar 102 Kabupaten dan Kota Bebas Covid-19 di Jateng Cuma ada Satu, Boleh Beraktivitas New Normal
Ahmad menyebut ada sebanyak 3.400 kendaraan yang akan keluar dari wilayah Jawa Tengah telah diminta putar balik sejak 26 Mei hingga 30 Mei 2020.
"Sebelumnya, sebanyak 5.400 kendaraan pemudik yang hendak memasuki wilayah Jateng juga telah diminta putar balik kembali ke daerah asalnya mulai 24 April sampai 25 Mei 2020," katanya.
Pantauan Kompas.com di Pos Pengamanan Tol Kalikangkung, Ngaliyan, Semarang, situasi kendaraan tampak lengang pada Sabtu (30/5/2020) sore.
Petugas memeriksa satu per satu pengendara yang melintas mulai dari kelengkapan surat jalan, cek suhu tubuh, hingga penyemprotan disinfektan kendaraan.
Beberapa penumpang yang kedapatan tidak memakai masker pun langsung diingatkan oleh petugas.
Sejumlah kendaraan plat luar Jateng juga didapati batal melewati gerbang tol lantaran tidak membawa kelengkapan surat jalan sehingga terpaksa diputar balik.
Ahmad menegaskan petugas di pos penyekatan juga telah melakukan pengawasan ketat kepada pengendara yang nekat menerobos masuk dengan menggunakan berbagi modus.
Namun, pihaknya belum mendapati laporan terkait modus penggantian plat nomor kendaraan di wilayahnya.
"Anggota sudah kita bekali briefing dan tiap hari update temuan temuan yang dilakukan. Kendaraan lintas daerah," jelasnya.
• Penerapan New Normal Pendidikan, Fikri Faqih Minta Pemerintah Pertimbangkan Usulan IDAI
• Wisata Dieng Siap Terapkan New Normal, Kembali Dibuka Dengan Pembatasan Kunjungan
• Bebas Lewat Program Asimilasi Virus Corona, Kembali Dipenjara Karena Perkosa Anak Calon Istri
• Update Evakuasi Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Sudah 80 Persen, Arus Lalin Masih Dialihkan
Selain itu, lanjut Ahmad untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang nekat melewati jalan alternatif lain seperti jalur tikus, pihaknya melakukan filterisasi di lima jalur di Jawa Tengah antara lain jalur Pantura, Tengah, Selatan, Selatan-Selatan dan Jalur Tol.
"Kita sudah menggelar seluruh pos penyekatan. Artinya, manakala lima jalur ini sudah kita lakukan penyekatan dan mereka lewat jalur arteri itu mereka juga sudah disekat oleh anggota di pos pos kecil yang menjadi pos pantau," tegasnya.
Polda Jateng juga telah mempersiapkan langkah menuju penerapan new normal jika kemungkinan diberlakukan di Jawa Tengah.
"Sebanyak 35 kampung siaga sudah kita siapkan dalam rangka menyambut new normal yang akan datang," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penyekatan-pemudik-gt-kalikangkung-semarang.jpg)