Breaking News:

Teror Virus Corona

Pasar Pagi Salatiga Bakal Ditutup Sementara, Satu Pedagang Asal Ungaran Reaktif Corona

Pasar Pagi Salatiga sempat viral karena pemberlakukan physical distancing dan social distancing pada setiap lapak pedagang.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
ILUSTRASI - Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Jalan Jenderal Sudirman Kota Salatiga yang diatur berjarak 1 meter atau social distancing. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemkot Salatiga bakal melakukan penutupan sementara aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Jalan Jenderal Sudirman Salatiga.

Penutupan itu, menyusul adanya seorang pedagang yang positif terjangkit virus corona (Covid-19).

Diketahui, Pasar Pagi Salatiga sempat viral karena pemberlakukan physical distancing dan social distancing pada setiap lapak pedagang.

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Babak Baru Kasus Covid-19 di Banyumas, Achmad Husein: Sudah Masuk Tahap Transmisi Lokal

Guru Ngaji Dijambret, Tas Berisi Alquran Dibawa Kabur Dua Pemuda, Aksinya Terekam CCTV

Hanya Empat Kecamatan Ini, Bupati Semarang Restui Warga Salat Idulfitri di Masjid

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Salatiga, Kusumo Aji mengatakan, rencana penutupan itu merupakan usulan bersama dari pedagang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Selain itu juga mendekati Lebaran."

"Rencana penutupan sementara mulai 2 hingga 28 Mei 2020 atau sekira lima hari," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/5/2020).

Menurut Kusumo Aji, selama pedagang libur berjualan, lokasi akan dilakukan sterilisasi petugas dengan penyemprotan cairan disinfektan.

Hingga Selasa (19/5/2020), kata dia, tercatat ada sekira 800 pedagang berjualan di Pasar Pagi Salatiga.

Mereka mayoritas mereka berasal dari wilayah Kabupaten Semarang.

"Kepastian penutupan sementara atau diliburkannya aktivitas perdagangan di sana itu menunggu surat edaran (SE) Wali Kota Salatiga," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah membenarkan adanya seorang pedagang Pasar Pagi Salatiga reaktif virus corona.

"Benar, kami sudah menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Semarang karena yang bersangkutan tercatat warga Ungaran," ujarnya.

Siti Zuraidah mengungkapkan, pedagang positif corona itu berjenis kelamin perempuan berusia 60 tahun.

Selanjutnya, dari pos kasus itu sekira 7 orang pedagang akan dilakukan rapid test. (M Nafiul Haris)

Warga Semarang Bisa Cek Terima Bansos Tidaknya Melalui Ini

Ketua RT Bacakan Surat Undur Diri, Disaksikan Relawan di Cilacap, Merasa Tak Layak Lagi Dapat PKH

Hasil Isolasi 27 Hari di RSUD Majenang, PDP Klaster Gowa Asal Dayeuhluhur Cilacap Dinyatakan Sembuh

Warga Banyumas Dilarang Gelar Salat Idulfitri di Masjid, Ini Pertimbangan Bupati Achmad Husein

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved