Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jateng

Cara Pemkab Batang Menyelamatkan Batik Rifaiyah yang Terancam Punah

Ketua Dekranasda Batang, Ny Faelasufa Faiz Kurniawan, mengungkapkan keprihatinan atas hilangnya motif-motif Batik Rifaiyah.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: khoirul muzaki
Dina Indriani
MOTIF BATIK RIFAIYAH -Momentum Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025 Dekranasda Batang menyerahkan dokumentasi motif batik rifaiyah kepada Disperpuska Batang, Kamis (2/10/2025). Hal itu sebagai salah satu upaya menyelamatkan motif Batik Rifaiyah yang kian langka dan terancam punah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Momentum Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025 dimanfaatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang untuk mengukuhkan komitmen pelestarian budaya.


Fokus utama mereka menyelamatkan motif Batik Rifaiyah yang kian langka dan terancam punah.


Ketua Dekranasda Batang, Ny Faelasufa Faiz Kurniawan, mengungkapkan keprihatinan atas hilangnya motif-motif Batik Rifaiyah.


Dari 24 motif asli, kini hanya tersisa 16. Penyebabnya, minimnya regenerasi akibat faktor ekonomi.


Untuk itu dokumentasi motif batik penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan motif batij rifaiyya.


“Motif Rifaiyah banyak yang hilang karena tidak ada yang meneruskan. Ketika pembatiknya wafat, motif ikut lenyap,” tuturnya.


Sebagai langkah konkret, Dekranasda menggelar lomba desain dan mewarnai batik yang diikuti 231 pelajar dari jenjang SD hingga SMA.


Faelasufa, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, menyebut lomba ini sebagai strategi penguatan SDM melalui pendekatan psikologis.


Ia merujuk pada teori Albert Bandura tentang self-efficacy, bahwa pengalaman keberhasilan dapat membentuk rasa percaya diri anak.


“Kalau anak sering ikut lomba dan berhasil, dia akan merasa ‘Aku iso’. Ini penting untuk membentuk mental juara,” jelasnya.


Faelasufa berharap Batang tak lagi hanya menjadi penyedia talenta bagi daerah lain, melainkan mampu membangun industri batik sendiri.


“Banyak batik Pekalongan yang sebenarnya berasal dari Batang. Sudah saatnya Batang punya industri batik sendiri,” ujarnya.


Di sisi lain Faelasufa menegaskan bahwa pengukuhan pengurus Dekranasda bukan sekadar seremoni.


Ia memilih momen Hari Batik Nasional untuk sekaligus menyerahkan hadiah lomba batik kepada para pelajar.


“Dekranasda sudah ditetapkan sejak Juni, tapi saya tidak ingin hanya menghabiskan anggaran untuk seremoni.

Baca juga: Batik Parang Lumbon Khas Banyumas Diresmikan, Ini Makna Filosofinya

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved