Selasa, 7 April 2026

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Delapan Kali dalam Sehari

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran Kabupaten Lampung Selatan.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Gunung Anak Kratatau erupsi pada Jumat, 10 April 2020. (Dok. Twitter @BNPB_Indonesia) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan, Anak Krakatau mengalami delapan kali erupsi, Sabtu (11/4/2020) pagi.

Erupsi terjadi mulai pukul 06.00 - 12.00 WIB.

Lontaran debu material vulkanik diperkirakan mencapai 2.000 meter.

"Kondisi gunung masih aktif, ada erupsi, dan semburan debu vulkanik. Namun, sore ini asap di gunung itu mulai menipis," katanya saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu.

Setiap Pemudik di Solo Wajib Ikuti Karantina Pemkot, Jika Tidak akan Dijemput Polisi

Menelepon Putrinya Namun Tak Diangkat, Seorang Ibu Sadar Anaknya Bunuh Diri Saat Akan ke Kamar Mandi

PDP Virus Corona Klaster Ijtima Ulama Gowa Ngamuk Enggan Diisolasi, Pecahkan Kaca dan Dobrak Pintu

Khofifah Larang Debt Colector Tagih Nasabah, Minta Leasing Bantu Debitur Terdampak Virus Corona

Andi menjelaskan, bau belerang dari gunung itu masih tercium.

Sebelumnya diberitakan, Jumat malam, pukul 22.35 WIB, Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik sekitar 657 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan pantauan kamera pengawas pada pos pemantauan Gunung Anak Krakatau, abu vulkanik berwarna hitam dan abu-abu itu bergerak ke arah timur dengan ketinggian sekitar 500 meter dari dasar kawah.

PVMBG menyebutkan tingkat aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda itu berada pada level II atau waspada.

PVMBG mengimbau masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Soal suara dentuman yang terdengar sebagian warga Jakarta, PVMBG menjelaskan bukan berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.

"Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu.

Lebih dari 100 Ribu Orang, Korban Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia

China Kembangkan Test Kit Virus Corona yang Bisa Mengonfirmasi Positif Covid-19 dalam 45 Menit

Viral Kabar 4 Gunung Api di Indonesia Erupsi Serentak, Berikut Klarifikasi PVMBG

2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Catatkan Rekor Kematian Tertinggi karena Corona

Menurut dia, erupsi gunung ini hanya mengeluarkan semburan dengan ketinggian berkisar 500 meter.

Ia menyebut, letusan yang terjadi pada Jumat malam juga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan. "Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja," ujarnya pula. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini, Anak Krakatau 8 Kali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Vulkanik Capai 2.000 Meter", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved