Breaking News:

Teror Virus Corona

PDP Virus Corona Klaster Ijtima Ulama Gowa Ngamuk Enggan Diisolasi, Pecahkan Kaca dan Dobrak Pintu

Perilaku Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona di Samarinda ini tidak patut dicontoh.

Editor: Rival Almanaf
TRIBUNGOWA.COM/ARI MARYADI
Suasana di tempat pelaksanaan Ijtima Jamaah Tabligh Dunia Zona Asia 2020, di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Perilaku Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona di Samarinda ini tidak patut dicontoh.

Di tengah wabah virus corona yang terus meluas, ia justru menunjukan sikap acuh terhadap penularan infeksi.

PDP corona bernisial N (52) menolak diisolasi.

Dia bahkan memecahkan kaca jendela dan mendobrak pintu kamar isolasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2020).

Khofifah Larang Debt Colector Tagih Nasabah, Minta Leasing Bantu Debitur Terdampak Virus Corona

Lebih dari 100 Ribu Orang, Korban Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia

China Kembangkan Test Kit Virus Corona yang Bisa Mengonfirmasi Positif Covid-19 dalam 45 Menit

Viral Kabar 4 Gunung Api di Indonesia Erupsi Serentak, Berikut Klarifikasi PVMBG

“Dia (pasien) juga mengancam perawat pakai pecahan kaca,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Samarinda, Osa Rafshodia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Dinilai mengancam keselamatan tenaga medis, pihak rumah sakit memanggil petugas Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda untuk mengamankan situasi.

Setelah dibujuk, pasien ini akhirnya dapat ditenangkan.

Karena penolakan itu, pasien klaster Ijtima Ulama Gowa ini akhirnya dipulangkan.

Namun, pasien ini wajib mengisolasi diri di rumahnya.

2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Catatkan Rekor Kematian Tertinggi karena Corona

Dari Dana Desa, Rumah-rumah di Desa Pagak Banjarnegara Kini Terpasang Alat Cuci Tangan

Empat Striker Bintang Incaran Manchester United di Bursa Transfer Musim Panas

Kisah Driver Ojol Bersama Anak Balita Diusir Dari Kontrakan Karena Sepi Orderan

“Dia kita berlakukan karantina wilayah selama 30 hari, dipulangkan tim dinkes bersama BPBD, Kepolisian,” ujar Osa.

Osa menjelaskan, pasien tersebut diisolasi di rumah sakit pada 8 April setelah dinyatakan hasil rapid testnya reaktif virus corona.

Petugas medis kemudian membawa pasien ini menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie guna mendapat perawatan medis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tolak Diisolasi, PDP Covid-19 Ngamuk, Dobrak Pintu, Ancam Perawat dengan Pecahan Kaca", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved