Teror Virus Corona
2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Catatkan Rekor Kematian Tertinggi karena Corona
Rekor 2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Serikat Catatkan Angka Kematian Tertinggi karena virus Corona, melnihi China, Italia dan Spanyol
Menurut worldometeres.info, terdapat 502.876 kasus positif terinfeksi virus corona, di mana 18.747 orang dinyatakan meninggal dunia, per Sabtu (11/4/2020) pagi.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019 kemarin.
Namun, semenjak wabah virus corona merebak, angka kematian tertinggi karena Covid-19 bukanlah di China.
Melainkan di Amerika Serikat (AS). Ini setelah Amerika mencatatkan 2.108 orang meninggal karena Coivd-19 dalam kurun waktu 24 jam terakhir, pada Jumat (10/4/2020) malam waktu setempat.
Dengan angka ini, John Hopkins University mencatat AS menjadi negara dengan angka kematian tertinggi di dunia akibat Covid-19.
Menurut worldometeres.info, 18.747 orang di AS telah meninggal akibat Corona, per Sabtu (11/4/2020) pagi.
Sebanyak 502.876 orang terinfeksi Covid-19 di negara Paman Sam tersebut.
Di mana 27.314 orang di antaranya dinyatakan sembuh.
Sementara, 456.815 orang masih menjalani perawatan.
• Ekonomi Uni Eropa Terpukul karena Virus Corona, Gelontor Paket Penyelamatan Rp8.640 Triliun
• Pemerintah Anggarkan Stimulus Rp405 Triliun, Mensos: Rp110 Triliun untuk Jaring Pengaman Sosial
• Hari Ini Dibuka, Kartu Prakerja Bukan Hanya untuk Pengangguran, Siapa Saja yang Boleh Mendaftar?
• Buaya 4 Meter Diberondong Senapan Serbu Polisi, Ada Jasad Bocah Tanpa Kepala di Perutnya
AS kini telah melampaui Italia yang sebelumnya menjadi negara dengan tingkat infeksi dan kematian tertinggi di dunia.
Meskipun begitu, dilansir BBC.com, para ahli di gugus tugas Covid-19 Gedung Putih mengatakan, kurva wabah mulai mendatar di seluruh Amerika Serikat.
Dr Anthony Fauci, ahli penyakit menular di AS, juga setuju bahwa Amerika Serikat mulai memasuki tahap penurunan wabah, baik angka kasus maupun kematian.
Namun, meskipun ada kemajuan penting, upaya mitigasi seperti social distancing belum boleh dilonggarkan.
Senada dengan Fauci, Dr. Deborah Birx mengungkapkan, ada pertanda bagus bahwa wabah mulai stabil.
Tingkat kenaikan tampak stabil di daerah-daerah seperti New York, New Jersey, dan kota Chicago.