Teror Virus Corona
Lebih dari 100 Ribu Orang, Korban Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Corona di Seluruh Dunia
Sejak pertama kali ditemukan di China, virus corona telah menginfeksi lebih dari 1,6 juta orang di dunia, lebih dari 100 ribu orang meninggal dunia
Merujuk kepada situs Worldometers, saat ini mortalitas telah mencapai 102.734, sementara kasus infeksi lebih dari 1,6 juta.
TRIBUNBANYUMAS.COM, LONDON - Angka kematian di seluruh dunia karena terinfeksi virus corona terus bertambah.
Italia dan Amerika Serikat menjadi dua negara dengan angka kematian pasien positif virus corona tertinggi di dunia.
Di seluruh dunia, saat ini tercatat kematian karena virus corona telah melewati 100.000 orang meninggal dunia.
Angka memilukan itu dicatat setelah Inggris melaporkan kenaikan tertinggi pada data harian semenjak mereka mengalami wabah itu.
Negeri "Ratu Elizabeth" itu disebut melewati angka kematian harian yang dibukukan oleh Spanyol dan Italia, dilaporkan Sky News Jumat (10/4/2020).
• 2.108 Orang Meninggal dalam Sehari, Amerika Catatkan Rekor Kematian Tertinggi karena Corona
• China Kembangkan Test Kit Virus Corona yang Bisa Mengonfirmasi Positif Covid-19 dalam 45 Menit
• Viral Kabar 4 Gunung Api di Indonesia Erupsi Serentak, Berikut Klarifikasi PVMBG
• Ekonomi Uni Eropa Terpukul karena Virus Corona, Gelontor Paket Penyelamatan Rp8.640 Triliun
Merujuk kepada situs Worldometers, saat ini mortalitas telah mencapai 102.734, sementara kasus infeksi lebih dari 1,6 juta.
Berdasarkan data dari Universitas John Hopkins, berikut merupakan lima negara yang membukukan korban meninggal karena virus corona tertinggi:
- Italia: 18.849
- Amerika Serikat ( AS): 18.747
- Spanyol: 16.081
- Perancis: 13.197
- Inggris: 8.958
Karena terdapat jeda antara kasus terkonfirmasi dengan mereka yang sudah meninggal, angka kematian diperkirakan bakal terus bertambah.
Merujuk kepada situasi di Inggris, di mana 19.304 terbukti positif dalam 24 jam terakhir, Wakil kepala tim medis Profesor Jonathan Van Tam menyebut negaranya masih berbahaya.
"Situasinya masih berbahaya. Kami masih harus tetap mengambil kebijakan demi kebijakan untuk menanggulanginya," terang Van Tam.
Dia menekankan bahwa masih terlalu prematur untuk menyebut mereka sudah melewati puncak, dan menegaskan agar publik tetap menerapkan social distancing.
Penasihat sains Perdana Menteri Boris Johnson, Sir Patrick Vallance, menerangkan bahwa bisa menahan korban meninggal di bawah 20.000 adalah "hasil yang bagus".
• PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit, Positif Virus Corona, Memburuk Setelah 10 Hari Isolasi Mandiri
Inggris dan AS mengalami peningkatan kematian dalam beberapa hari terakhir, dengan tren penurunan mulai terjadi di Italia dan Spanyol.
Dalam konferensi pers, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kini mereka sudah menggeber tes Covid-19, dengan dua juta orang telah diperiksa.