Berita Banyumas

DBD Terabaikan Karena Virus Corona? Di Banyumas Ada 99 Kasus, Dua Pasien Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, hingga akhir pekan lalu tercatat sebanyak 99 kasus DBD.

Editor: deni setiawan
FREEPIK.COM
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Beralihnya konsentrasi penanganan serta pencegahan virus corona ( Covid-19), kasus demam berdarah dengue ( DBD) sepertinya agak terabaikan.

Sebagai bukti, kasus DBD di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, hingga akhir pekan lalu tercatat sebanyak 99 kasus DBD.

Dari kasus tersebut, dua orang di antaranya meninggal dunia.

Ciu Buatan Warga Desa Wlahar Wangon Bakal Diborong Bupati Banyumas, Dijadikan Bahan Hand Sanitizer

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Bojanegara, Polres Purbalingga: Segera Tetapkan Tersangka

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Kisah Kedekatan H Supono dan Sumanto di RSKJ Purbalingga, Jadi Pengawal Setia Tiap Pengajian

"Musim hujan ada peningkatan jumlahnya, ini harus diantisipasi."

"Jangan justru kemudian terkonsentrasi hanya pada virus corona, tapi DBD juga," kata Sadiyanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (20/3/2020).

Seperti dilansir dari Kompas.com, Menurut Sadiyanto, dibutuhkan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ( PSN) yang masih rendah ini.

Padahal, kata dia, PSN merupakan cara paling efektif untuk menangkal penyebaran DBD.

"Karena satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan PSN, bukan fogging.

"Masyarakat rata-rata minta fogging, padahal kalau ada jentik nyamuk enggak mati, fogging efektif hanya sekira tiga hari," jelas Sadiyanto.

Sadiyanto meminta agar masyarakat melakukan PSN secara rutin sehingga tidak terjadi peningkatan kasus DBD.

Selain itu, kejadian luar biasa (KLB) DBD beberapa tahun silam diharapkan tidak terulang kembali.

"Kami berharap ini tidak meningkat terus, kita harus melakukan aksi nyata."

"Kami akan undang teman-teman surveilans agar yang di kecamatan, Puskesmas, tidak hanya woro-woro corona, tapi juga DBD," ujar Sadiyanto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "99 Kasus DBD Terjadi di Banyumas, 2 Orang Meninggal Dunia"

Hoaks, Kabar Pasien Meninggal Asal Kebumen Adalah Positif Corona

Penting Biar Makin Paham, Lima Tahapan Edukasi Anak tentang Virus Corona

Hendak Dibangun Flyover, Pedagang Pasar Kroya Cilacap Kabarnya Menolak, Ini Kata Ketua Paguyuban

ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved