Wabah Virus Corona
Corona Semakin Meluas, Jokowi Tetap Kesampingkan Lockdown dan Pilih dan Instruksikan Opsi Ini
Opsi lock down tidak disetujui Presiden Jokowi, ia justru menginstruksikan tes corona Masal.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Opsi lockdown tidak disetujui Presiden Jokowi, ia justru menginstruksikan tes corona Masal.
Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar segera dilaksanakan rapid test virus corona ( Covid-19) masal di Indonesia.
"Segera lakukan rapid test dengan cakupan lebih besar," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020).
"Agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan," lanjut dia.
Agar rapid test Covid-19 berjalan lancar, Presiden Jokowi meminta agar Kementerian Kesehatan segera memperbanyak alat tes sekaligus tempat tes.
Tidak hanya Kemenkes, Presiden Jokowi juga meminta pelibatan sejumlah unsur, mulai dari rumah sakit pemerintah, BUMN, TNI-Polri dan swasta demi kelancaran rapid test masal itu.
• Ganjar Geram Hoaks Soal Corona di Medsos Marak: Bercanda Tidak Seperti Itu!
• Krisdayanti Nekat Liburan ke Luar Negeri, Yuni Shara: Karena Corona Saya Khawatir
• Bupati Banyumas Turun Jalan Bagikan 1.000 Hand Sanitizer: Jangan Sentuh Muka Jika Tangan Tak Steril
• Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo Ditunda hingga Desember 2020. Sekum: Hasil Rapat Pleno
Bahkan, Presiden Jokowi juga membuka peluang bagi lembaga riset dan perguruan tinggi untuk juga bisa terlibat.
"Lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes," kata dia.
Seiring dengan akan berjalannya rapid test Covid-19, Presiden Jokowi sekaligus meminta jajarannya menyiapkan protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.
"Ini penting sekali terkait dengan hasil rapid test ini, apakah dengan karantina mandiri, self isolation atau pun memerlukan layanan RS," kata dia.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, pihaknya sedang mengkaji penerapan rapid test untuk memeriksa apakah seorang pasien positif terjangkit virus corona atau tidak.
Yuri menjelaskan, rapid test adalah mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19 bukan menggunakan metode swab tenggorokan (mengambil cairan di tenggorokan), melainkan dengan sampel darah.
Metode ini disebut memiliki keunggulan.
Salah satunya, tidak membutuhkan sarana prasarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level II.
"Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia," ujar Yuri.
Sampai Rabu (18/3/2020) kemarin, tercatat ada 227 kasus Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah itu, 11 pasien dinyatakan sembuh dan 19 pasien meninggal dunia.
Tren pasien meninggal terus melonjak.
Dalam kurun waktu sehari, mulai Selasa (17/3/2020) - Rabu (18/3/2020), pasien positif corona bertambah 55 kasus.
Sehingga saat ini, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, total pasien positif corona di Indoneisa 227 orang.
"Äda tambahan 55 kasus, sehingga total sampai sekarang, dihitung sampai kami melaporkan pada Rabu, 18 Maret 2020 pukul 12.00 ada 227 kasus," ucap Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Rabu.
Adapun, menurut Yuri, penambahan 55 kasus itu berlangsung sejak Selasa (17/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (18/3/2020) pukul 12.00 WIB.
Kemarin, pemerintah mengumumkan ada 172 kasus positif.
Menurut dia, penambahan jumlah kasus secara signifikan ini tersebar di sejumlah daerah.
Yuri memaparkan, penambahan kasus terbesar ada di DKI Jakarta.
Di Ibu Kota ada penambahan 30 kasus pasien virus corona atau Covid-19.
Wilayah berikutnya yaitu Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.
Di Jawa Barat ada penambahan 12 kasus positif, Banten ada penambahan 2 kasus positif, dan Jawa Tengah 2 kasus positif.
Adapun, daerah lain yang memiliki 1 kasus positif Covid-19 adalah Yogyakarta, Sumatera Utara, Lampung, Riau, dan Kalimantan Timur.
• Antisipasi Corona, Anak Jokowi Balon Wali Kota Solo Gibran Hentikan Sementara Aktivitas Blusukan
• Kerajaan Arab Saudi Minta Menag Tunda Seluruh Kontrak Berkait Pelaksnaan Ibadah Haji 2020 Ditunda
• Polisi Jumpai 11 Kayu Jati di Rumah DA, Kapolres Cilacap: Hasil Curian dari KPH Banyumas Timur
• Dulu Ngebet Bajak Coutinho, Sekarang Barca Ingin Buang Demi Pemain Ini, Chelsea Siap Menampung
Ada juga 2 kasus yang ditemukan, tapi tidak disebutkan wilayahnya.
Menurut Yuri, dua tambahan itu didapat dari hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, juga atas inisiatif pasien.
Adapun, penyebaran virus corona di Indonesia diketahui sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua pasien pertama yang mengidap Covid-19 pada 2 Maret 2020.
Saat itu, Jokowi menyebutkan bahwa pasien kasus 01 diduga terpapar virus corona setelah melakukan kontak dekat dengan seorang warga negara Jepang yang ketika itu berada di Jakarta.
Mereka bertemu di sebuah lokasi di Jakarta Selatan pada 14 Februari 2020.
Warga Jepang itu diketahui positif Covid-19 saat kembali ke tempat tinggalnya di Malaysia.
Adapun, saat ini ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh.
Namun, sebanyak 19 pasien yang sebelumnya mengidap Covid-19 meninggal dunia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Perintahkan Gelar Rapid Test Covid-19 Masal",