Polemik Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS

Jokowi: Pemerintah Tak Punya Rencana Pulangkan Eks WNI ISIS dan Teroris Pelintas Batas

Jokowi: Pemerintah Tak Punya Rencana Pulangkan Eks WNI ISIS dan Teroris Pelintas Batas. Presiden mengutamakan keamanan ratusan juta warga Indonesia

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden RI, Joko 'Jokowi' Widodo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Presiden Joko 'Jokowi' Widodo seolah ingin mengakhiri polemik pemulangan ratusan eks warga negara Indonesia (WNI) yang pernah menjadi anggota ISIS di Timur Tengah.

Belakangan, isu pemulangan hampir 700 eks WNI yang pernah tergabung dalam ISIS, menyedot perhatian publik.

Jokowi menegaskan, pemerintah sama sekali tak berencana memulangkan ke mereka, ratusan eks WNI ke Indonesia.

Bahkan, secara tegas Jokowi menyebut mereka bukan sebagai WNI melainkan eks WNI.

Soal Wacana Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS, Menkopolhukam Mahfud MD: Tak Ada, Itu Pengalihan Isu

Harga Tanah di Bukateja Purbalingga Naik Setelah Ada Pembangunan Bandara JB Soedirman, Capai Segini!

Kisah Pertobatan Mantan Napi Teroris di Depan Ganjar dan Pelajar di Solo, Sampaikan Pesan Khusus

Perjalanan Mistis Deki Tersesat di Belantara Sambas, Hari ke-5 Bertemu Penebang Kayu: Kamu Orangnya

Bukan hanya eks WNI yang pernah tergabung dalam ISIS, mereka yang diduga sebagai teroris pelintas batas juga tak akan dipulangkan ke Tanah Air.

"Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Kalimat Presiden Jokowi itu pun mengundang tanya para wartawan. Sebab, Kepala Negara mengatakan, "eks WNI".

Artinya, mereka bukan lagi berkewarganegaraan Indonesia.

Kisah Nenek Sumiyatun Terancam Kehilangan Tanah 8.000-an M² Miliknya. Awalnya karena Cap Jempol

Meski demikian, saat wartawan bertanya kembali mengenai status kewarganegaraan mereka, apakah mereka saat ini masih berstatus WNI atau bukan, Presiden Jokowi tak berkomentar.

Ia kemudian menegaskan bahwa pemerintah lebih mengutamakan keamanan 260 juta rakyat Indonesia di Tanah Air daripada harus memulangkan 689 WNI teroris pelintas batas.

"Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 260 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan," lanjut Presiden Jokowi.

Tergiur Upah Rp15 Juta, Terapis Cantik Ini Simpan Sabu di Kemaluan dan Dubur. Tahan Sakit di Bandara

Keputusan tidak akan memulangkan WNI terduga eks ISIS dan terduga teroris pelintas batas ke Indonesia mulanya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Mahfud menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat tertutup bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

"Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (foreign terorist fighter) ke Indonesia," kata Mahfud.

Ia mengatakan, keputusan itu diambil lantaran pemerintah khawatir para terduga eks ISIS itu akan menjadi teroris baru di Indonesia. (*)

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved