Minggu, 3 Mei 2026

Opini

Melawan atau Hanyut Dalam Tekanan

Dalam refleksi, objek tokoh buku ini, Soemitro, mengajak kita memahami bahwa perekonomian kolonial adalah perbudakan.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/dok. pribadi
Foto Bersama - Ekonom Ichsanuddin Noorsy foto bersama personel Nusantara Centre. 

Teknokrat arus utama bersedia menjadi kaki tangan asing. Bukan hanya itu, kalangan media, pebisnis, tokoh politik, dan penegak hukum juga bermental terjajah.

Indonesia secara sistematik struktural terjajah dalam dua pendekatan, yakni ekonomi dan pendidikan. Fondasi keterjajahan pada perekonomian dibangun dimulai 1950 sehingga perekonomian pola kolonial nyaris berkesinambungan.

Dalam sebuah seminar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian sekitar tahun 2015 dengan pembicara kunci Menko Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur BI Agus Martowardoyo, Menkeu Sri Mulyani, dan Kapolri Tito Karnavian muncul semacam kebanggaan terselubung bahwa di tengah gejolak perekonomian, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 18,55 miliar.

Surplus itu karena Indonesia masih mengekspor barang mentah. Sebagai pembahas saya menyahuti, jika ekspornya seperti itu, maka Indonesia belum keluar dari perekonomian kolonial.

Di saat yang sama nilai tukar terus melemah. Sejak 1997/1998 hingga tulisan ini dibuat, rupiah terus mengalami depresiasi 9,38 persen per tahun.

Substitusi impor pun belum sepenuhnya membawa hasil. Yang terjadi malah deindustrialisasi dini yang kami ingatkan sejak 2008. Maka tekanan struktural itu mustahil diatasi dengan model pembangunan yang pola pikirnya, investasi, dan teknologinya dari Barat.

Demikianlah posisi lemah secara ekonomi struktural itulah, merefleksikan dan memproyeksikan pikiran Soemitro Djojohadikoesoemo menjadi sangat penting. Terlebih, beliau adalah “begawan ekonomi” yang ikut memengaruhi pola pikir presiden hari ini. Dan, pada artikel lanjutannya, kita akan kupas lebih serius.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved