Banyumas
Alat Kristalisator 35 Juta UGM Padukan Feeling Petani Gula Cilongok
UGM kenalkan mesin kristalisator 35 juta padukan feeling petani gula semut Cilongok, Banyumas pada Senin (1/6) demi dongkrak mutu ekspor.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Fakultas Teknologi Pertanian UGM kenalkan mesin evaporator dan kristalisator pada perajin gula semut di Cilongok, Banyumas, Senin (1/6/2026).
- Teknologi seharga Rp25-35 juta ini dikembangkan sejak 2009 dan dipadukan dengan intuisi perajin untuk menjaga keseragaman mutu ekspor.
- Bekerja sama dengan PT IMC, KOPIPO, dan UPM Malaysia, petani juga diedukasi soal keamanan pangan dan menjaga pH nira minimal enam agar kualitasnya optimal.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Di tangan para perajin gula semut Banyumas, pengalaman turun-temurun selama puluhan tahun ternyata masih menjadi "rahasia dapur" yang sulit digantikan oleh kecanggihan teknologi. Mereka diketahui bisa menakar apakah nira kelapa akan berhasil menjadi wujud gula semut sempurna hanya dari sekadar pengamatan dan perasaan atau feeling yang terasah selama bertahun-tahun lamanya.
Namun kini, kemampuan tradisional dan naluriah itu mulai perlahan dipadukan dengan sentuhan teknologi modern.
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisiatif memperkenalkan sebuah teknologi tepat guna berupa alat evaporator dan kristalisator kepada para pengrajin gula semut di kawasan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Inisiatif ini dikemas secara matang melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset.
Baca juga: Panjat 21 Pohon Sehari, Petani Nira Cilongok Jajal Evaporator UGM
Program strategis tersebut merupakan bentuk kerja sama sinergis antara UGM, PT Integral Mulia Cipta (IMC) sebagai mitra industri GIZ, Koperasi Integrasi Petani Organik (KOPIPO), serta turut menggandeng mitra akademik internasional dari Universiti Putra Malaysia.
Ketua tim peneliti, Dr. Sri Rahayoe S.T.P., M.P., mengatakan bahwa teknologi yang diperkenalkan ini sejatinya merupakan hasil penelitian panjang yang telah dikembangkan sejak tahun 2009 silam. Alat tersebut secara spesifik dirancang khusus sebagai wujud teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara langsung oleh industri rumah tangga maupun UMKM penghasil komoditas gula semut di pelosok desa.
"Kami mempunyai teknologi evaporator dan kristalisator untuk pengolahan gula semut. Tujuannya supaya kualitas gula semut yang dihasilkan lebih seragam sehingga dapat meningkatkan mutu produk yang akan diekspor," kata Sri kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/6/2026).
Menurut penjelasannya, keberadaan PT IMC merupakan salah satu tonggak eksportir gula semut terbesar di wilayah Banyumas yang selama ini sangat dibantu oleh jaringan kelompok petani dan produsen gula semut sebagai pemasok utama bahan baku. Namun menjadi catatan, sebagian besar proses produksi harian tersebut masih lebih banyak dilakukan secara manual, sehingga stabilitas kualitas produk akhir sering kali berbeda-beda.
Sri menjelaskan lebih jauh, proses pembuatan gula semut yang banyak beroperasi saat ini rata-rata masih mengandalkan tungku kayu bakar, dengan proses pengadukan yang menguras tenaga secara manual. Kondisi konvensional tersebut praktis menyebabkan suhu panas pemasakan di tungku menjadi sangat sulit dikontrol, karena semata-mata bergantung pada spesifikasi dan kualitas kayu bakar yang masuk ke perapian.
Selain masalah pengapian, kekuatan dan kemampuan ritme mengaduk setiap individu jelas berbeda-beda. Akibatnya, ukuran partikel maupun warna output gula semut yang dihasilkan tak ayal sering menjadi tidak seragam alias belang-belang.
"Kalau aduk manual, satu orang dengan yang lain berbeda. Ada yang kuat sehingga ukuran partikelnya bagus, ada yang tidak. Warnanya juga bisa berbeda-beda karena suhu dan prosesnya tidak sama," ujarnya.
Dalam rangkaian proses produksi komoditas gula semut, nira kelapa yang telah mengental akan memasuki tahapan kristalisasi. Pada tahap inilah gula harus terus-menerus diaduk tiada henti hingga berhasil membentuk butiran-butiran kristal. Melalui hadirnya alat kristalisator yang dikembangkan oleh pihak UGM ini, proses krusial tersebut kini dapat dilakukan menggunakan sistem putaran mesin dengan kecepatan stabil dan terukur, sehingga hasil bentuk kristal gula pun menjadi lebih padu dan seragam.
Kendati menawarkan otomatisasi, Sri secara tegas menekankan bahwa kehadiran teknologi ini tidak bertujuan untuk sepenuhnya menggusur atau menggantikan jam terbang pengalaman para pengrajin lokal. Menurutnya, pengalaman dan intuisi empiri para produsen gula semut justru tetap menjadi roh sekaligus faktor penting yang harus selalu dikombinasikan dengan sentuhan teknologi tersebut.
"Selama ini mereka menentukan gula itu sudah siap atau belum berdasarkan feeling. Feeling itu yang sulit dipelajari. Kami mengombinasikan feeling mereka dengan pengukuran ilmiah seperti pH dan Brix sehingga hasilnya bisa lebih optimal," jelasnya.
Menariknya, dalam rangkaian program tersebut, para peserta tidak hanya pasif mendapatkan pelatihan cara penggunaan mesin evaporator dan kristalisator semata. Pihak UGM turut membekali mereka dengan materi pelatihan komprehensif mengenai tata cara sanitasi dan higiene, pedoman keamanan pangan, edukasi kandungan kimia dasar nira kelapa, hingga trik jitu merawat peralatan produksi agar awet.
Sri menjelaskan, cairan nira kelapa sejatinya memiliki sifat bawaan yang sangat mudah mengalami fermentasi liar karena mengandung sukrosa dalam jumlah teramat tinggi. Apabila kebersihan media pengolahannya tidak dijaga secara disiplin, sukrosa alami tersebut dapat terurai menjadi komponen glukosa dan fruktosa, sehingga kualitas bahan baku dijamin akan langsung menurun drastis.
| Pegawai Resign Usai Jual Produk Fiktif, 13 Pensiunan Rugi 1,8 Miliar |
|
|---|
| Simpan Ranting Ganja Ratusan Gram, Kentung Diciduk Polisi di Wangon |
|
|---|
| Disambut 28 Perwakilan Pedagang, Tarif Pasar Banyumas Batal Naik 300 Persen |
|
|---|
| Berburu Brong Hingga Subuh, Polresta Banyumas Sita 194 Kendaraan |
|
|---|
| Tak Pernah Ditanya Menteri, Sadewo Target 27 Kursi DPRD Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260601-evaporator-dan-kristalisator-gula-semut-cilongok.jpg)