Kamis, 14 Mei 2026

Atap Isolasi Dijebol, ODGJ Among Jiwo Semarang Pintar Cari Celah

Ruang isolasi UPTD Among Jiwo Semarang kerap dijebol ODGJ ekstrem guna kabur lewat atap. Ada pula yang nekat cari sosok ayahnya, Kamis (14/5).

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
JEBOL TEMBOK - Kondisi salah satu sel dan ruang isolasi di Rumah Singgah Among Jiwo, Kota Semarang, Kamis (14/5/2026). Fasilitas ini kerap dirusak oleh sejumlah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang nekat membobol atap bangunan untuk melarikan diri karena kondisi emosional yang ekstrem. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala UPTD Among Jiwo Semarang, Setiyani Eka Ambarsari sebut ODGJ ekstrem sering kabur dengan membobol atap ruang isolasi.
  • Fasilitas penampungan saat ini dinilai belum memadai untuk ODGJ dengan kondisi berat.
  • Terdapat kisah pilu ODGJ perempuan asal Kendal yang berulang kali kabur kembali ke Semarang.
  • ODGJ tersebut nekat mangkal di Arteri Yos Sudarso demi mencari ayahnya yang seorang sopir truk.
  • Pasien ODGJ yang kabur sangat rentan kembali kambuh lantaran tidak teratur minum obat.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditampung di Rumah Singgah Among Jiwo Kota Semarang disebut kerap melarikan diri dengan cara nekat membobol atap bangunan.

Pengelola menyebut, kondisi pelik itu terjadi lantaran fasilitas ruang isolasi yang dimiliki saat ini dinilai belum memadai untuk menampung para penerima manfaat dengan kondisi kejiwaan yang ekstrem.

Kepala UPTD Among Jiwo, Setiyani Eka Ambarsari mengatakan, penghuni dengan kondisi emosional yang tidak stabil biasanya ditempatkan secara khusus di ruang isolasi maupun sel bagian dalam.

Baca juga: Rekor ODGJ Selama 31 Tahun Menghuni Panti Among Jiwo Semarang

Namun sayang, sejumlah fasilitas isolasi tersebut justru beberapa kali berakhir dirusak oleh para penghuni.

"Kita punya isolasi tiga itu dijebol semua, mereka kabur," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, penghuni ODGJ yang ingin kabur kerap kali memanfaatkan celah dari struktur bangunan. Mereka dengan berani memanjat dan membobol atap ruangan.

"Nah, itu mereka kaburnya lewat atap. Itu manjat. Enggak tahu saya caranya mereka tuh pintar-pintar malah. Itu kalau mau kabur itu mereka pintar cari celah," katanya takjub bercampur heran.

Ia menjelaskan, penghuni dengan kondisi emosional yang relatif stabil ditempatkan di sel bagian dalam yang dipisah secara ketat antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan penghuni dengan kondisi yang ekstrem wajib ditempatkan di ruang isolasi.

"Kalau yang di luar, yang diisolasi itu kondisinya ekstrem," katanya menegaskan.

Menurutnya, pihak Among Jiwo juga beberapa kali menerima kiriman ODGJ dengan kondisi berat dari luar daerah Kota Semarang.

Terbaru, yakni adanya seorang perempuan yang diduga ODGJ asal Kabupaten Kendal yang berkali-kali kembali ke Semarang, meskipun yang bersangkutan sudah dipulangkan ke daerah asalnya oleh Dinas Sosial Kabupaten Kendal.

ODGJ tersebut bahkan sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

"Sudah diambil siang. Sore itu sudah sampai Kalibanteng lagi. Sudah mangkal di situ," ujarnya.

ODGJ perempuan tersebut diketahui memang kerap berada dan berkeliaran di sekitar kawasan arteri Yos Sudarso.

"Itu kan bapaknya sopir truk apa supir bus gitu loh. Nah, dia kadang-kadang ngadang bapaknya itu di situ," katanya mengungkap motif pilu di balik aksi kabur ODGJ tersebut.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved