Banyumas
Program MBG Banyumas Didera Masalah Beruntun, dari Keracunan Massal hingga Anggaran Macet
Masalah program MBG di Banyumas menumpuk. Ratusan siswa keracunan, menu tak layak, kini dapur di Kembaran tutup karena anggaran macet.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyumas tengah diterpa masalah beruntun.
Setelah kasus dugaan keracunan massal dan menu tak layak, kini salah satu dapur penyedia (SPPG) terpaksa berhenti beroperasi karena mandeknya pencairan anggaran.
Dua Dapur Ditutup
Baca juga: Bupati Sadewo Jawab Tudingan soal MBG: Pengawasan Ketat Bentuk Dukungan Total Saya
Hingga saat ini, dua SPPG di wilayah Sudagaran dan Karanglewas masih ditutup sementara.
Penutupan dilakukan pasca-insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa.
Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Banyumas, Chairul Hamdi, menyebut total ada 638 siswa yang mengalami gejala dari dua lokasi tersebut.
"Data terakhir di Karanglewas 395 siswa dan Sudagaran 243 siswa yang mengalami gejala," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/10/2025).
Kedua dapur tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan untuk bisa beroperasi kembali.
Anggaran Belum Cair
Masalah baru muncul dari SPPG Purwodadi di Kecamatan Kembaran.
Dapur yang melayani 3.980 siswa ini menghentikan operasional sejak Senin (6/10/2025) karena anggaran dari pemerintah belum juga cair.
Kepala SPPG Purwodadi, Nur Farikh Rohman, dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa selama sepekan terakhir, biaya operasional terpaksa ditanggung oleh pihak yayasan.
"Karena beban terus meningkat dan belum ada kejelasan soal anggaran, operasional kami hentikan sementara," tulisnya.
Menu Tak Layak
Rentetan masalah ini menambah catatan kelam program MBG di Banyumas.
Sebelumnya, sempat viral kasus Dapur MBG di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, yang menyajikan menu tidak layak berupa separuh roti dan kacang rebus kepada siswa.
Serangkaian insiden ini mengundang pertanyaan publik mengenai kesiapan pelaksanaan program secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan pangan maupun keberlanjutan anggaran.
| Kholid Tepis Cibiran Orang Lewat 100 Porsi Rica Entok di Desa Baseh |
|
|---|
| Agus Sriyono Soroti Alasan Warga Tak Urus Akta Kematian di Banyumas |
|
|---|
| Abdul Kholik Dorong Konsep Rumah Susun Bagi Warga Purwokerto |
|
|---|
| Kalapas Aliandra Gandeng 2 Institusi Razia Sel Napi di Purwokerto |
|
|---|
| Lilik Sugiarti Naikkan Tarif 1000 Rupiah Usaha Laundry di Purwokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251006-sppg-purwodadi-kembaran-tutup.jpg)