Berita Blora
36 SD di Blora Digabung Jadi 18 Sekolah Mulai 2 Juli, Tiap Sekolah Masih Boleh Terima Murid Baru
Sebanyak 36 SDN di Blora akan digabung menjadi 18 sekolah mulai 2 Juli 2026. Meski begitu, mereka masih boleh menerima siswa di SPMB 2026.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rika irawati
Dengan demikian, administrasi dan data siswa akan mengikuti sekolah hasil penggabungan.
Menurun karena Lari ke Kota atau Swasta
Sunaryo menilai, biasanya, pihak sekolah sebenarnya sudah memiliki gambaran jumlah calon peserta didik yang akan masuk setiap tahun, terutama sekolah-sekolah di wilayah pedesaan.
Menurutnya, sebagian besar SD di desa memperoleh siswa dari taman kanak-kanak (TK) di lingkungan sekitar sehingga jumlah calon murid relatif dapat diprediksi sejak awal.
"Biasanya, sekolah sudah tahu perkiraannya. Lulusan TK di wilayahnya ada berapa, sehingga bisa menghitung potensi siswa yang masuk," ujarnya.
Baca juga: Wacana Penghapusan Seragam Batik untuk Siswa SD dan SMP Blora
Meski begitu, kata Sunaryo, jumlah siswa yang diterima tetap bisa berubah karena sebagian orangtua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah di perkotaan atau pondok pesantren di luar daerah.
"Kalau orangtuanya ekonominya kuat, ada yang memilih menyekolahkan anaknya di kota atau pondok di luar daerah."
"Itu tentu bisa mengurangi jumlah input siswa di sekolah tersebut," jelasnya.
Sebagai informasi, berikut daftar sekolah yang akan digabung:
- SDN 1 Sambongwangan digabung dengan SDN 3 Sambongwangan.
- SDN 2 Bakah digabung dengan SDN 1 Bakah.
- SDN 1 Ngilen digabung dengan SDN 2 Ngilen.
- SDN 1 Tempel digabung dengan SDN 2 Tempel.
- SDN 2 Kamolan digabung dengan SDN 3 Kamolan.
- SDN 2 Kalangan digabung dengan SDN 1 Kalangan.
- SDN 1 Sonokulon digabung dengan SDN 2 Sonokulon.
- SDN 1 Bicak digabung dengan SDN 2 Bicak.
- SDN 1 Ngawen digabung dengan SDN 3 Ngawen.
- SDN 1 Gembyungan digabung dengan SDN 3 Gembyungan.
- SDN 1 Sidorejo digabung dengan SDN 2 Sidorejo.
- SDN 1 Kedungtuban digabung dengan SDN 2 Kedungtuban.
- SDN 1 Kapuan digabung dengan SDN 2 Kapuan.
- SDN 1 Tegalgunung digabung dengan SDN 2 Tegalgunung.
- SDN 1 Patalan digabung dengan SDN 2 Patalan.
- SDN 2 Bangkle digabung dengan SDN 1 Bangkle.
- SDN 1 Bedingin digabung dengan SDN 3 Bedingin.
- SDN 1 Kutukan digabung dengan SDN 4 Kutukan. (*)
| Petani Tebu Blora Keluhkan Tunggakan Pembayaran Bibit Program Bongkar Ratoon 2025 |
|
|---|
| Gubernur Luthfi Pastikan Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Blora Prioritas, Dikerjakan September |
|
|---|
| Pemprov Jateng Bakal Perbaiki Jalan Randublatung-Cepu Blora Tapi Hanya 500 Meter, Ini Alasannya |
|
|---|
| Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi Randublatung-Cepu Blora, Protes 10 Tahun Dibiarkan Rusak |
|
|---|
| Ribuan Sumur Minyak Rakyat Blora Resmi Dilegalkan, Pemkab Kaji Formulasi Sumbangan PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260608-SDN-2-Tegalgunung-blora-bakal-diregrouping.jpg)