Berita Jateng
Kincir Air di Dusun Klowoh Wonosobo Jadi Sumber Listrik Warga sejak 1955
Tak banyak yang menyangka, aliran air di lereng pegunungan tersebut telah menjadi sumber listrik warga sejak sekitar tahun 1955
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Di kawasan hutan itu, pepohonan besar masih berdiri rapat dengan udara yang terasa lembap dan dingin.
Warga secara rutin melakukan penanaman dan pemeliharaan hutan, terutama saat tradisi merti desa yang berlangsung setiap tahun.
“Kalau penanaman ada, pemeliharaan cuma satu tahun sekali itu ada waktu merti desa,” ujar Andi.
Meski menggunakan teknologi sederhana dan dikelola secara swadaya, mikrohidro tersebut menjadi bukti bahwa energi terbarukan berbasis masyarakat mampu bertahan dalam waktu panjang.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan isu krisis lingkungan, keberadaan PLTMH di Kalikajar menunjukkan bahwa kearifan lokal dan kepedulian terhadap alam masih menjadi kekuatan utama masyarakat desa.
Andi optimis selama air dari Mata Air Bogowonto terus mengalir dan hutan tetap dijaga, putaran kincir tua di Dusun Klowoh tampaknya akan terus menyala menerangi malam warga. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/PLTMH-Wonosobo.jpg)