Rabu, 20 Mei 2026

Berita Jateng

Kincir Air di Dusun Klowoh Wonosobo Jadi Sumber Listrik Warga sejak 1955

Tak banyak yang menyangka, aliran air di lereng pegunungan tersebut telah menjadi sumber listrik warga sejak sekitar tahun 1955

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
PLTMH - Andi atau Tri Adiatmono menunjukkan kincir PLTMH di Dusun Klowoh, Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, yang hingga kini masih digunakan untuk menghasilkan listrik bagi belasan rumah warga dengan memanfaatkan aliran air dari Mata Air Bogowonto. 


Ia menjelaskan, penggunaan trafo sebenarnya dapat membantu menstabilkan tegangan listrik. 


Namun, biaya pengadaan peralatan tersebut masih menjadi kendala bagi warga.


Berbeda dengan sistem listrik modern, perawatan PLTMH di Dusun Klowoh dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar. 


Komponen utama yang rutin dirawat adalah bagian penggerak kincir.


“Perawatannya cuma berengnya saja yang dikasih pelicin,” ujar Andi.


Menurutnya, semangat gotong royong warga menjadi faktor penting yang membuat pembangkit tersebut mampu bertahan selama puluhan tahun.


Meski demikian, tidak semua instalasi mikrohidro lama di wilayah tersebut masih aktif. Sebagian mengalami kerusakan karena tidak terawat.


“Dulunya banyak tapi ada yang tidak terpelihara jadinya rusak,” katanya.


Keberadaan PLTMH di Dusun Klowoh tidak bisa dipisahkan dari kelestarian hutan di sekitar sumber air. 


Warga setempat meyakini bahwa menjaga alam sama artinya dengan menjaga keberlangsungan listrik mereka.


Air yang digunakan berasal dari Mata Air Bogowonto yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi pembangkit.


Menurutnya, sumber air tersebut tidak pernah mengalami kekeringan hingga saat ini.


“Belum pernah ada kekeringan setahu saya ya dari dulu sampai sekarang, masih kaya gini terus,” ujarnya saat ditanya soal kemungkinan debit air habis.

Baca juga: Sosok Pembakar Mobil Kades Hoho di Banjarnegara Ternyata Teman Dekat


Warga juga memiliki aturan tidak tertulis untuk menjaga kawasan hutan lindung di sekitar mata air. Penebangan pohon dilarang agar cadangan air tetap terjaga.


“Betul, itu kalau saya tahunya dari kakek saya dari dulu kaya gitu,” katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved