Berita Jateng
Pabrik Gula GMM Blora Berhenti Operasi, Karyawan Tidak di-PHK tapi Pindah Tugas
Pabrik Gula GMM, hanya mampu membayar gaji karyawan hingga Maret 2026.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Direktur Operasional PT GMM, Krisna Murtiyanto, menegaskan bahwa program tersebut justru bertujuan agar para karyawan tetap memiliki pekerjaan dan bisa menerima gaji, di tengah kondisi operasional perusahaan yang saat ini dalam kondisi kritis.
Menurutnya, apabila tujuan perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), maka manajemen tidak perlu meminta bantuan kepada pemegang saham maupun Perum Bulog untuk mencari solusi bagi nasib para karyawan.
"Kalau memang tujuan kami mau PHK, kami tidak akan meminta bantuan kepada pemegang saham atau Bulog untuk ikut membantu nasib teman-teman karyawan,” ujar Krisna, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (16/3/2026)
Ia menjelaskan, kondisi yang dialami PT GMM ini, lantaran mesin produksi boiler di PT GMM mengalami kerusakan. Sehingga pabrik tutup giling, dan perusahaan tidak memperoleh pemasukan.
“Kalau mesinnya tidak diperbaiki, kami tidak bisa giling. Otomatis tidak ada penghasilan dan kami tidak bisa membayar karyawan,” jelasnya.
Karena itu, manajemen meminta dukungan pemegang saham dalam hal ini Perum Bulog untuk membantu mengatasi persoalan sumber daya manusia selama operasional pabrik belum berjalan normal.
Terkait poin dalam surat yang disebut-sebut sebagai bentuk intimidasi oleh karyawan, Krisna menegaskan bahwa hal itu hanya berupa penjelasan kondisi perusahaan kepada pekerja.
Ia mengatakan, manajemen hanya menyampaikan bahwa apabila karyawan tidak mengikuti program detasering tersebut, maka perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk menggaji mereka karena tidak ada pekerjaan di pabrik.
“Itu hanya penjelasan kepada karyawan. Kami sampaikan kalau tidak ikut program ini, kami tidak bisa menggaji karena di sini juga tidak ada pekerjaan,” katanya.
Menurutnya, saat ini aktivitas di pabrik memang belum berjalan karena perusahaan masih menunggu hasil penilaian dari konsultan independen, untuk mengkaji tingkat kerusakan mesin.
Selama proses penilaian tersebut, para karyawan tidak memiliki pekerjaan di lingkungan pabrik.
Baca juga: WFH Hari Jumat Ciptakan Long Weekend End Tiap Pekan, ASN tak Kerja Malah Plesiran
Oleh karena itu, pemegang saham menawarkan solusi berupa penugasan sementara agar mereka tetap bekerja dan memperoleh penghasilan.
“Solusinya supaya karyawan tetap bekerja dan tetap gajian. Jadi menurut saya tidak ada intimidasi, itu hanya pemberitahuan kepada karyawan,” tandas Krisna.
Adapun jumlah karyawan tetap di PT GMM yakni sebanyak 243 karyawan.
Krisna menegaskan bahwa skema detasering ini ditawarkan ke seluruh karyawan tetap yang ada di PT GMM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260402-demo-petani-tebu-di-blora.jpg)