Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Pabrik Gula GMM Blora Berhenti Operasi, Karyawan Tidak di-PHK tapi Pindah Tugas

Pabrik Gula GMM, hanya mampu membayar gaji karyawan hingga Maret 2026.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/M Iqbal Shukri
TAGIH JANJI BULOG - Petani tebu menggelar demo di Alun-alun Blora, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2026). Demo petani tebu ini digelar untuk menagih janji Bulog memperbaiki mesin giling di Pabrik Gula GMM agar bisa menyerap hasil panen petani di musim giling 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA- Kebijakan detasering atau penugasan sementara terhadap karyawan PT Gendhis Multi Manis (GMM) menuai keberatan dari sejumlah pekerja di tengah kondisi operasional perusahaan yang masih kritis.


Pasalnya, Pabrik Gula GMM saat ini berhenti beroperasi sementara, lantaran mesin boiler yang ada mengalami kerusakan. Sehingga tidak bisa giling tebu.


Imbasnya, Pabrik Gula GMM tidak ada pemasukan atau pendapatan. Sehingga, kondisi keuangan mengalami krisis. 


Pabrik Gula GMM, hanya mampu membayar gaji karyawan hingga Maret 2026. Sehingga, kebijakan detasering diambil sebagai upaya agar karyawan yang ada tetap mendapatkan gaji.


Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan sembari menunggu proses perbaikan mesin boiler pabrik gula GMM, rencananya para karyawan ditugaskan sementara untuk menjadi tim serap gabah.


"Karena kita menyerap banyak (gabah), otomatis para pegawai BULOG yang di GMM itu kita akomodir untuk membantu penyerapan, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya."


"Jadi yang selama ini tidak bekerja, kita libatkan lagi untuk bekerja dalam tim serap gabah, rencananya seperti itu," katanya, saat ditemui di sela-sela Panen Raya Jagung, di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jumat (3/4/2026).


Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, penempatan karyawan akan diprioritaskan di wilayah Jawa Tengah terlebih dahulu, termasuk daerah terdekat seperti DI Yogyakarta. 


Namun, BULOG membuka kemungkinan penyesuaian lokasi kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing karyawan.


"Nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan. Jawa Tengah dulu kita prioritaskan, termasuk Jogja. Tapi kalau ada yang keluarganya di Jawa Timur atau Jawa Barat, kita sesuaikan dengan kebutuhannya, intinya kita fleksibel,” jelasnya.


Terkait jika ada karyawan yang menolak atau keberatan terhadap kebijakan detasering, Rizal memastikan pihaknya tidak serta-merta mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK). 


Menurutnya, BULOG masih mengedepankan dialog dan solusi bersama.


"Nah nanti kita cari solusi. Kemarin juga kalau enggak salah sudah ada tatap muka dengan SDM kami, dan sudah ada solusinya,” paparnya.


Ada Intimidasi?


Manajemen PT Gendhis Multi Manis (GMM) membantah adanya unsur intimidasi terhadap karyawan dalam kebijakan detasering atau penugasan sementara yang belakangan menuai keberatan dari sejumlah pekerja.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved