Jumat, 17 April 2026

Berita Pati

Anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati Terima Ancaman dan Intimidasi, Minta Wabup Beri Jaminan Keamanan

Anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati mengaku mendapat intimidasi yang membuat mereka khawatir akan keselamatan. Mereka minta Wabup jamin keamanan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
RAPAT PANSUS - Suasana rapat Pansus Hak Angket pemakzulan Bupati Pati Sudewo di DPRD Pati, Jumat (3/10/2025). Sejumlah anggota pansus mengaku menerima intimidasi dan ancaman sehingga khawatir akan keselamatan mereka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati, Jawa Tengah, mengaku khawatir akan keselamatan mereka menyusul teror yang dialami Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto.

Teguh tak hanya dikeroyok pendukung Bupati Pati Sudewo pada Kamis (2/10/2025) tetapi juga mengalami percobaan pembakaran rumah pada Jumat (3/10/2025) dini hari.

Teror yang dialami Teguh ini turut dibahas dalam agenda rapat Pansus Hak Angket di Ruang Badan Anggaran DPRD Pati, Jumat.

Agenda rapat Pansus hari ini menghadirkan Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Pansus pun meminta Wabup Chandra lebih intens berkomunikasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati, demi menghindari hal-hal yang mengganggu keamanan dan keselamatan warga.

Para anggota Pansus mengaku khawatir, mereka juga bakal menjadi 'sasaran' pihak tertentu yang menganggap mereka musuh.

"Kami jujur, kalau berangkat dan pulang kantor waswas. Apalagi, tadi pagi ada kejadian rumah dibakar," kata Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo.

Anggota Pansus dari Demokrat, Joni Kurnianto, menimpali bahwa dirinya pun baru-baru ini mendapat ancaman verbal. 

Baca juga: Terekam CCTV, 2 Pemotor Berusaha Membakar Rumah Pentolan Penuntut Bupati Pati Lengser

Kata-kata bernada ancaman itu tidak disampaikan kepadanya secara langsung, melainkan melalui salah satu pekerjanya.

“Baru kemarin ada orang tidak dikenal bilang, 'kandani bosmu ojo banter-banter. Ati-ati. Bosmu mlakune wis ndeyeng-ndeyeng'. (Bilangin ke bosmu. Jangan terlalu lantang. Hati-hati. Bosmu jalannya sudah miring)," kata Joni menirukan pengancam.

Dia menjelaskan, memang kondisinya saat ini agak terkendala ketika berjalan kaki.

Sebab, dia baru selesai menjalani operasi saraf terjepit tulang belakang.

"Itu betul-betul terjadi. Hal seperti itu harus diperhatikan," kata Joni.

Anggota Pansus dari PKB, Muntamah, menambahkan bahwa Ketua Pansus Teguh Bandang Waluyo sendiri sudah pernah dikuntit mobil putih mencurigakan.

"Hal ini menjadikan saya, sebagai sekretaris Pansus, perempuan, ada rasa ketakutan."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved