Banyumas Menuju Pusat Ekspor Gula Kelapa
Digelontor Kelapa Genjah, Petani Gula Kelapa Banyumas Senang: Kurangi Risiko Jatuh
Pemkab Banyumas terus mendistribusikan bibit kelapa genjah. Petani gula kelapa pun menyambut baik karena mengurangi risiko kerja.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Kondisi itu bisa mencapai 6 kilogram saat kondisi baik.
Harga gula cetak berkisar Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
Kondisi serupa juga dialami produsen gula kelapa di Desa Darma, Kecamatan Ajibarang.
Mereka pun menyambut baik program kelapa genjah.
Baca juga: Pemkab Banyumas Dapat Bantuan 15 Ribu Bibit Kelapa Genjah, Juga Bersiap Kembangkan Kelapa Bido
Bar Fitriana dari Kelompok Tani Gendis Sari mengatakan, kelompoknya yang beranggotakan 15 petani.
"Kendala penderes itu kan karena ketinggian pohon."
"Cuaca hujan, mau seperti apa, harus tetap naik."
"Dengan kelapa genjah, kita dipermudah dan risiko kecelakaan berkurang," kata Bar Fitriana.
Di wilayahnya, ketinggian pohon kelapa bisa mencapai 7 sampai 8 meter, bahkan lebih.
Sebaliknya, kelapa genjah mulai berbuah pada ketinggian 1 sampai 2 meter saja.
Kelompok tani tersebut sebelumnya telah menanam kelapa genjah lokal jenis entok, dengan hasil cukup baik.
"Buahnya banyak, rasanya manis, sama seperti kelapa biasa."
"Sehari bisa dapat 3 liter, kalau bagus bisa 4 liter."
"Kalau kurang bagus, sekitar 1,5 sampai 2 liter," ujarnya.
Pada program sebelumnya, kelompok tani menerima 1.000 bibit kelapa genjah yang kini mulai berbuah sekitar tiga tahun setelah tanam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/02022026-bibit-kelapa-genjah-banyumas.jpg)