Senin, 25 Mei 2026

Banyumas Menuju Pusat Ekspor Gula Kelapa

Digelontor Kelapa Genjah, Petani Gula Kelapa Banyumas Senang: Kurangi Risiko Jatuh

Pemkab Banyumas terus mendistribusikan bibit kelapa genjah. Petani gula kelapa pun menyambut baik karena mengurangi risiko kerja.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
BIBIT KELAPA GENJAH - Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Perdagangan Banyumas Suntoro (kiri) mengecek bibit kelapa genjah bersama rekannya, Jumat (30/1/2026). Pemkab Banyumas berambisi menjadikan daerahnya sebagai pusat eksportir gula kelapa dunia dengan menanam kelapa genjah. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Banyumas terus mendistribusikan bantuan bibit kelapa genjah kepada petani.
  • Dengan ketinggian 1 atau dua meter, kelapa sudah bisa panen.
  • Kelapa genjah menjadi harapan petani gula kelapa untuk tetap produktif.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, pekerjaan sebagai penderes kelapa seakan kehilangan pamor.

Wawan Ruswandi, anggota Gapoktan Margo Utomo menyebut, hanya satu orang yang masih bertahan memanjat pohon kelapa untuk menyadap nira.

"Sekarang, di desa saya, cuma satu orang yang masih bertahan sebagai penderes," ujarnya, Minggu (1/21/2026).

Pekerjaan itu, menurutnya, memang tak lagi diminati.

Pohon kelapa yang menjulang tinggi meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Baca juga: Usia 2 Tahunan Panen, Keunggulan Kelapa Genjah Bali Kuning yang Dikembangkan di Banyumas

Tak sedikit penderes yang terjatuh, mengalami cedera serius, bahkan lumpuh.

"Pohon tinggi, banyak terjadi kecelakaan, jadi orang menghindari pekerjaan itu."

"Kami coba supaya petani bisa kembali memproduksi gula dengan kelapa yang pendek," kata Wawan kepada Tribunbanyumas.com.

Tingi 1 Meter Sudah Bisa Dipanen

Harapan baru kini datang dari program pengembangan kelapa genjah varietas kelapa pendek yang mulai berbuah pada ketinggian sekitar 1 sampai 2 meter.

Di desanya, sekitar 2.440 bibit kelapa genjah direncanakan didistribusikan.

Namun, baru 500 bibit yang tiba dan telah ditanam sekitar lima atau enam bulan yang lalu.

Menurut Wawan, program ini sangat prospektif karena jumlah penderes terus menyusut.

Padahal, dulu, hampir setiap warga menggantungkan hidup dari gula kelapa.

Saat ini, satu penderes yang masih bertahan menggarap sekitar 15 pohon, dengan produksi gula cetak sekitar 3 sampai 5 kilogram per hari.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved