Banyumas
3 Pesan Penting Bupati Sadewo untuk 159 Pejabat Baru Banyumas, Jangan Kerja Lelet!
Lantik 159 pejabat baru, Bupati titip 3 pesan keras: adaptasi cepat, tinggalkan cara kerja lelet yang berbelit, dan hapus ego sektoral demi rakyat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Suasana Pendopo Si Panji Purwokerto terasa penuh semangat baru di hari pertama tahun 2026, Kamis (1/1/2026).
Di hadapan 159 pejabat yang baru saja dilantik, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, tidak hanya sekadar memimpin sumpah jabatan.
Ia memberikan "wejangan" keras yang wajib dicatat tebal-tebal oleh para abdi negara tersebut.
Baca juga: Bocoran Struktur Baru Pemkab: RSUD Ajibarang dan Banyumas Kini Satu Atap dengan Dinkes
Bupati Sadewo tak ingin momentum perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) ini hanya berakhir sebagai seremonial ganti kursi.
Ia ingin mesin birokrasi Banyumas berlari kencang, tidak lagi lelet alias lambat seperti siput.
Berikut adalah 3 pesan penting Bupati Sadewo yang menjadi "rambu-rambu" bagi para pejabat baru:
1. Jangan Kerja Lelet dan Berbelit
Pesan pertama dan paling menohok adalah soal ritme kerja. Bupati Sadewo secara tegas meminta para pejabat untuk membuang jauh-jauh budaya kerja lama yang kaku dan lambat. Di era sekarang, pelayanan publik yang berbelit-belit sudah ketinggalan zaman dan menyusahkan rakyat.
Ia menekankan pentingnya membangun ritme kerja baru dengan meninggalkan pola lama yang berbelit-belit dan tidak adaptif.
"Penataan organisasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ikhtiar bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Tujuan akhirnya jelas, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah," tegasnya.
2. Adaptasi Cepat, Jangan Menunda
Tidak ada waktu untuk berbulan madu atau alasan "masih belajar". Bupati meminta seluruh pejabat, baik Pimpinan Tinggi Pratama maupun Pejabat Administrasi, untuk langsung tune in dengan tugas barunya.
Bagi Sadewo, jabatan adalah amanah yang menuntut respon cepat. Ia meminta pejabat agar segera beradaptasi dengan tugas dan fungsi baru tanpa menunda-nunda.
3. Hapus Ego Sektoral, Jadilah Lincah
Pesan ketiga adalah soal kekompakan. Seringkali birokrasi macet karena masing-masing dinas merasa paling penting dan enggan bekerjasama. Bupati Sadewo ingin "tembok" pemisah antar instansi ini diruntuhkan.
Ia mendorong percepatan kerja melalui kepemimpinan yang lincah dan kolaboratif. Pejabat zaman now harus bisa bergerak fleksibel, bukan kaku di balik meja.
"Jadilah pemimpin yang lincah agar organisasi mampu merespons persoalan dengan cepat dan progresif. Hilangkan sekat-sekat ego sektoral antarperangkat daerah, sehingga pembangunan berjalan dalam satu irama yang saling melengkapi," ujar Sadewo memberikan instruksi.
Perubahan SOTK dan pelantikan 159 pejabat ini diharapkan menjadi titik balik agar Pemerintah Kabupaten Banyumas semakin "sat-set" dalam melayani kebutuhan wong Banyumas.
| Disambut 28 Perwakilan Pedagang, Tarif Pasar Banyumas Batal Naik 300 Persen |
|
|---|
| Berburu Brong Hingga Subuh, Polresta Banyumas Sita 194 Kendaraan |
|
|---|
| Tak Pernah Ditanya Menteri, Sadewo Target 27 Kursi DPRD Banyumas |
|
|---|
| Sembuhkan Vertigo 10 Tahun, Lilih Buka Mandi Uap Ala Kuda di Banyumas |
|
|---|
| Mimpi Nenek Kranggan Soal Rujak Mentah Bikin Geger Jalur Pekuncen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260101-BUPATI-LANTIK-PEJABAT.jpg)