Kamis, 23 April 2026

Berita Jepang

Dilema Desakan Penutupan Tambang Granit di Baseh Banyumas, Puluhan Warga Terancam Menganggur

Desakan penutupan tambang batu granit di Baseh Banyumas membuat puluhan warga terancam kehilangan pekerjaan. Granit Baseh menembus pasar Jepang.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
DIPROTES WARGA- Lokasi penambangan batu granit di Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (10/12/2025). Penutupan tambang dikhawatirkan membuat puluhan warga Baseh kehilangan pekerjaan. 

Ringkasan Berita:
  • Penutupan tambang batu granit di Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, dikhawatirkan memicu persoalan baru.
  • Puluhan warga Baseh yang bekerja di pabrik batu granit tak jauh dari lokasi tambang terancam kehilangan pekerjaan.
  • Produksi batu granit pabrik tersebut menembus pasar Yogyakarta, Bali, bahkan ekspor hingga Jepang dan Australia.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan warga Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terancam menganggur.

Ancaman ini berada di depan mata setelah warga lain mendesak penutupan tambang batu granit di Baseh.

Sehari-hari, puluhan warga tersebut bekerja di pabrik pemotongan batu granit, tak jauh dari tambang.

"Pabrik ini sudah ada sejak 2002."

"Dari dulu, tidak ada masalah sampai akhirnya menimbulkan gejolak seperti sekarang," ungkap Novianto (44), penanggung jawab pabrik granit di Baseh, Rabu (10/12/2025).

Ia menyebut, ada sekitar 40 pekerja di pabrik tersebut.

Dan, 90 persen di antaranya merupakan warga Baseh.

Baca juga: Ditolak Warga, Tambang Granit di Baseh Banyumas Ternyata Belum Berizin. Bupati Sadewo Lapor Gubernur

Novianto mengatakan, saat ini, pabrik tetap beroperasi meski aktivitas penambangan berhenti sementara sejak 4 November.

Mereka masih memiliki stok batu granit yang harus diproduksi.

Namun, stok bahan baku hanya cukup untuk tiga bulan ke depan.

"Kalau sampai berhenti total, ya tidak ada lagi bahan baku," terangnya. 

Menurut Novianto, batu granit produksi Baseh dikirim ke Yogya, Bali, bahkan ekspor ke Jepang dan Australia.

Setiap hari, produksi batu granit Baseh mencapai 60 meter persegi per hari.

Novianto berharap, penambangan batu granit di Baseh tak ditutup setelah dilakukan perbaikan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved