Cilacap
Lindungi Warga dari Krisis Air, Cilacap Bersiap Hadapi Kemarau
BPBD Cilacap mulai menyiapkan langkah mitigasi dan armada tangki air bersih pada Kamis (2/4), guna mengantisipasi ancaman musim kemarau panjang 2026.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Pemkab Cilacap melalui BPBD mulai memitigasi ancaman musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering.
- BMKG memprakirakan kemarau di Cilacap bermula pada Mei dan puncaknya Agustus.
- BPBD telah menyiagakan tiga armada tangki air untuk 105 desa rawan kekeringan.
- Jika dana kurang, CSR perusahaan siap digandeng.
- Selain krisis air, warga diimbau mewaspadai cuaca ekstrem dan pohon tumbang selama masa pancaroba.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ancaman kekeringan yang diprediksi akan melanda lebih parah pada musim kemarau 2026 menuntut kesiapsiagaan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Sebagai benteng terdepan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai bergerak cepat menyusun skema mitigasi untuk menyelamatkan warga dari krisis air bersih.
Merujuk pada pantauan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau di wilayah Cilacap diperkirakan baru akan menyapa pada bulan Mei 2026.
Baca juga: Musim Kemarau di Banyumas dan Purbalingga Diprakirakan Singkat, Baru Datang Mulai Pertengahan Juni
Kedatangan musim kering ini sedikit lebih lambat jika disandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah yang rata-rata sudah mulai merasakannya sejak April.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menuturkan bahwa puncak keganasan kemarau tahun ini diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus 2026.
Oleh karena itu, persiapan payung sebelum hujan mutlak diperlukan.
“Kami sudah menyiapkan armada, ada tiga tangki air bersih yang siap melakukan dropping ke wilayah terdampak,” ujar Taryo, Kamis (2/4/2026).
Ratusan Desa Rawan Kering
Pemetaan risiko bencana menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan.
Terdapat sekitar 105 desa di Cilacap yang masuk dalam zona merah rawan kekeringan.
Berkaca pada rekam jejak tahun lalu, sekitar 28 desa yang tersebar di 20 kecamatan sangat bergantung pada uluran tangan pemerintah berupa suplai air bersih saat sumur-sumur warga mulai mengering.
Taryo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak membiarkan warganya kehausan.
Apabila alokasi anggaran daerah menipis di tengah jalan, BPBD telah menyiapkan rencana cadangan dengan menggandeng pihak ketiga melalui dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
“Koordinasi dengan perusahaan, termasuk BUMN dan BUMD, akan kami lakukan untuk mendukung distribusi air bersih,” jelasnya penuh keyakinan.
Waspada Masa Pancaroba
Selain ancaman kekeringan, warga Cilacap juga diminta ekstra waspada melewati masa transisi atau pancaroba yang tengah berlangsung saat ini.
Peralihan musim penghujan ke kemarau sangat identik dengan kemunculan fenomena cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat berdurasi singkat yang disertai petir, hingga ancaman puting beliung yang dipicu formasi awan cumulonimbus.
| Sering Disalahkan Soal Porsi Terlambat, Relawan Segel Dapur Makan Gratis |
|
|---|
| Bisa Lewat ShopeePay, Bapenda Cilacap Kejar Target Pajak Rp523 Miliar |
|
|---|
| Berburu Baby Crab di Nusawungu, Hiu Paus 4,5 Meter Mati Terdampar |
|
|---|
| Ojol Cilacap Keluhkan Fitur Tawar Tarif Beta dan Sistem Slot ke Bupati |
|
|---|
| Gagal Bunuh Diri Minum Baygon, Pembunuh Gadis Sidareja Divonis 14 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260402-cuaca-ekstrem-pancaroba-cilacap.jpg)