Berita Banyumas
Musim Kemarau di Banyumas dan Purbalingga Diprakirakan Singkat, Baru Datang Mulai Pertengahan Juni
Banyumas dan Purbalingga diprakirakan mengalami musim kemarau singkat tahun ini. Kemarau diperkirakan baru datang pertengahan Juni 2026.
Ringkasan Berita:
- Musim kemarau di Banyumas dan Purbalingga diprakirakan baru datang pada pertengahan Juni 2026.
- Hal ini membuat dua wilayah ini diprakirakan bakal mengalami musim kemarau lebih singkat dibanding daerah lain.
- Sementara, Rembang dan Pati, diprakirakan bakal mengalami musim kemarau terpanjang di Jawa Tengah.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Sebagian wilayah Banyumas dan Purbalingga diprediksi baru akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Hal ini membuat durasi musim kemarau di dua daerah ini juga bakal relatif pendek dibanding wilayah lain di Jawa Tengah.
Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, periode kemarau di Jateng tahun ini, secara umum berlangsung sekitar 16–18 dasarian atau sekitar 5–6 bulan.
Namun, durasi terpanjang diperkirakan terjadi hingga 25–27 dasarian atau setara 8–9 bulan.
Dikutip dari laman resmi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026), awal musim kemarau di Jawa Tengah dimulai pada Mei 2026.
Namun, beberapa wilayah mengalami awal kemarau lebih cepat, yakni sejak awal April 2026.
Baca juga: BMKG Cilacap Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Wilayah tersebut mencakup Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Pati dan Jepara, serta sebagian wilayah Demak dan Blora.
Hal ini membuat Pati dan Rembang diprakirakan akan mengalami musim kemarau terpanjang dibandingkan daerah lain di Jateng.
Ada pula wilayah yang mengalami awal kemarau lebih lambat, yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni 2026.
Mundurnya musim kemarau terjadi di sebagian Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, serta sebagian kecil Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen.
Durasi Musim Kemarau Berdasarkan Wilayahnya
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengungkap daftar wilayah yang mengalami musim kemarau dengan durasi tersingkat, sekitar 10-12 dasarian.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Purbalingga; sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, dan Kebumen; sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Wonosobo; sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas, dan Banjarnegara.
Baca juga: BMKG Jateng Prediksi Awal Musim Kemarau Jatuh pada April 2026
Sementara itu, sebagian kecil wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara mengalami musim kemarau selama 13-15 dasarian.
Ada pula daerah yang mengalami durasi musim kemarau selama 16-18 dasarian, yakni Kota Magelang; sebagian kecil wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, dan Banjarnegara.
Wilayah lain mencakup sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, dan Banyumas; sebagian besar wilayah Kabupaten Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Magelang. (Kompas.com/Yefta Christopherus Asia Sanjaya)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Daerah di Jawa Tengah Diprediksi Alami Kemarau Terpanjang, Tembus 9 Bulan".
| Sebut Wisata Banyumas Monoton, Ketua Komisi 4 DPRD Dorong Terobosan Tiket Terusan di Baturraden |
|
|---|
| Banyumas Ngibing 2026 Siap Guncang Kota Lama, 24 Jam Menari Nonstop Libatkan Seniman Mancanegara |
|
|---|
| Trans Banyumas Tak Lagi Disubsidi Pemerintah Pusat, Tarif Berpotensi Naik |
|
|---|
| Pegawai RSUD Banyumas Wajib Kembalikan Uang Rp13,2 Miliar ke Negara, Komisi 4 DPRD Panggil Manajemen |
|
|---|
| Kartini Banyumas: Nurani Lukita Martini Buktikan Ibu Rumah Tangga Berprestasi di Binaraga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-kekeringan-1.jpg)