Berita Banyumas
Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas: Desak Transparansi Penanganan Kasus Penganiayaan dan KS
Mahasiswa Unsoed Purwokerto menggeruduk Polresta Banyumas. Mereka mendesak transparansi penanganan kasus penganiayaan dan kekerasan seksual.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Puluhan mahasiswa Unsoed Purwokerto menggeruduk Polresta Banyumas, Selasa.
- Mereka mendesak transparansi penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan penganiayaan melibatkan mahasiswa kampus tersebut.
- Kapolresta Banyumas menegaskan komitmennya merampungkan kasus tersebut.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggeruduk Mapolresta Banyumas, Selasa (12/5/2026).
Mereka mendesak polisi membuka secara transparan penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dan penganiayaan yang kini tengah berjalan dan melibatkan mahasiswa kampus tersebut.
Mereka datang membawa spanduk bertuliskan "Bukan Aksi Bayaran", "Anda Diam Kami Curiga", "Kami Butuh Keadilan".
Ada pula spanduk bertuliskan "Sediakan Ruang Aman Lindungi Semua Korban", "Kesampingkan Kepentingan", hingga "Hentikan Lingkungan Kekerasan".
Baca juga: Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Unsoed Purwokerto: 2 Mahasiswa Korban Lapor ke Polisi
Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Unsoed Purwokerto, Aditya mengatakan, aksi itu dilakukan untuk mengawal dua laporan yang dinilai memiliki keterkaitan.
Menurutnya, kasus penganiayaan yang lebih dulu mencuat ke publik tidak bisa dipisahkan dari dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan setelahnya.
Kedua kasus itu melibatkan mahasiswa Unsoed Purwokerto yang masing-masing terlibat dalam perkara berbeda itu.
"Yang kami suarakan di sini adalah perlindungan dan transparansi terkait kejelasan kasusnya."
"Karena yang ramai di media, hanya kasus penganiayaan, padahal ada dugaan kekerasan seksual di dalamnya," ujar Aditya di sela aksi.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak memihak satu di antara pihak, melainkan ingin memastikan seluruh proses hukum berjalan adil dan terbuka.
"Kami berdiri netral. Baik kasus penganiayaan maupun kekerasan seksual, harus sama-sama diproses secara hukum dan terbuka," ujarnya.
Aditya menilai, penanganan laporan dugaan kekerasan seksual hingga kini belum menunjukkan perkembangan jelas.
Karena itu, mahasiswa mendesak adanya perlindungan terhadap korban dan keterbukaan informasi dari aparat penegak hukum.
"Kenapa aksi ini dilakukan di Polres? Karena laporannya sudah sampai di sini dan memang dari korban penganiayaan juga memang dia terafiliasi oleh beberapa orang-orang yang memang memiliki kepentingan gitu," jelasnya.
| Sepi Pembeli, Pedagang Eks Jalan Vihara Purwokerto Tinggalkan Lapak dan Pindah ke Lorong Pasar Wage |
|
|---|
| Diprotes Warga yang Hanya Lewat, Retribusi Wanawisata Baturraden Banyumas Dimungkinkan Dikaji Ulang |
|
|---|
| Bukan Jalan Umum, Lewat Kawasan Wanawisata Baturraden Tembus Purbalingga Tetap Ditarik Retribusi |
|
|---|
| DPRD Banyumas Heran Kebijakan Pendidikan Pusat tak Sesuai Kondisi Daerah |
|
|---|
| Santriwati Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden saat Kegiatan Outing Class |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260512-mahasiswa-unsoed-purwokerto-geruduk-polresta-banyumas.jpg)