Banyumas
Dua Tahun Menanti, Eks Karyawan Griya Satria Tuntut Pesangon
Alifatussoimah beserta rekan eks karyawan PT Bina Agung Damar Buana (Griya Satria) masih menanti kejelasan pesangon yang tertunggak dua tahun.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Puluhan eks karyawan PT Bina Agung Damar Buana atau Griya Satria belum menerima hak pesangon yang dijanjikan sejak dua tahun lalu.
- Total pesangon karyawan yang belum dibayarkan oleh pimpinan perusahaan properti tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
- Pihak pimpinan perusahaan dinilai tidak kooperatif karena selalu mangkir dari panggilan mediasi Dinnakerin dan DPRD Banyumas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Alifatussoimah (38) lagi-lagi harus mengelus dada meratapi ketidakpastian dari perusahaan eks tempat kerjanya dulu yang tak kunjung menepati janji.
Ia bersama rekan kerjanya belum mendapatkan kejelasan pembayaran pesangon yang sudah tertunggak selama dua tahun tanpa kepastian.
Padahal, tidak lama lagi akan tiba momen Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Eks Karyawan Griya Satria Puwokerto Merasa Kena Prank, 2 Kali Gagal Ketemu Manajemen Bahas Pesangon
Tunggu Hak Pesangon
Diketahui, perusahaan tempat Alifatussoimah bekerja dulu adalah PT Bina Agung Damar Buana atau Griya Satria, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti.
"Sampai detik ini dinas gak ada kejelasan buat ngejar Hasan dan Ali Umar Basalamah (pimpinan perusahaan, red)," ungkapnya bernada kecewa kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (7/3/2026).
Keluhan yang disampaikan Alifatussoimah bukanlah yang pertama dan juga bukan baru-baru ini saja terjadi. Ia dan rekan-rekannya sudah hampir dua tahun berpeluh keringat memperjuangkan agar hak pesangon segera dibayarkan.
Total Ratusan Juta
Jika diakumulasikan, total pesangon keseluruhan karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan mencapai angka sekitar Rp 100 juta.
Ironisnya, pimpinan perusahaan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya, baik dalam pertemuan mediasi yang diagendakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) maupun rapat resmi di DPRD Kabupaten Banyumas.
"Saya dan kawan-kawan seperti diombang-ambingkan. Hasan susah dihubungi," keluhnya.
Pimpinan Selalu Mangkir
Alifatussoimah menduga, sejak awal memang tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah pemenuhan hak pekerja tersebut dari pimpinan PT Bina Agung Damar Buana.
Dari pihak Dinnakerin sendiri sebelumnya sudah mengungkapkan rencana untuk menemui Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, guna mencari jalan keluar.
Sebagai mantan pekerja, Alifatussoimah merasa seperti mengemis berkali-kali kepada orang yang hatinya tertutup.
"Kalau memang mereka pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, seharusnya merasa malu dan mengakui kesalahan dengan tidak bolak-balik memberikan janji-janji palsu," jelasnya tegas.
Konfirmasi Pihak Perusahaan
Sebelumnya, tim redaksi Tribunbanyumas.com sudah berusaha mengonfirmasi langsung dengan mendatangi kantor PT Bina Agung Damar Buana sebanyak dua kali.
Tetapi, petugas keamanan di lokasi mengungkapkan bahwa pimpinan perusahaan sedang berada di luar kota dan kondisi kantor sedang kosong. (
| Berkah Lebaran Pedagang Baturraden Usai Diterjang Isu Banjir Bandang |
|
|---|
| Pria Cirebon Curi 4 HP di Ajibarang Saat Pemiliknya Salat Tarawih |
|
|---|
| H+5 Lebaran, Ratusan Wisatawan Asyik Selfie di Lokawisata Baturraden |
|
|---|
| Ratusan Ton Beras Bulog Cair Pascalebaran Bantu Warga Maos Cilacap |
|
|---|
| 10 Ribu Penumpang Tinggalkan Terminal Bulupitu Saat Arus Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260307-banyumas-pesangon-karyawan-griya-satria.jpg)