TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Internal PPP Kabupaten Jepara memanas, Badan Otonom (Banom) Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) mendukung pasangan calon Nuruddin Amin dan Mochammad Iqbal atau Gus Nung dan Iqbal Bejeu di Pilkada Jepara.
DPC PPP Jepara pun meminta agar GPK mencabut dukungan tersebut.
Diketahui, GPK Jepara sempat menyuarakan deklarasi dukungannya kepada Gus Nung dan Mas Iqbal di Gedung Wanita Kabupaten Jepara pada Sabtu (21/9/2024).
Baca juga: 2 TPS Khusus Bakal Dibuka di Pondok Pesantren di Jepara, Warga Diminta Aktif Cek DPT
Dukungan tersebut berbuntut panjang, Ketua GPK Jepara, Gus Faruq Fanani dipanggil Ketua DPC PPP Jepara, Masykuri, Senin (23/9/2024).
Masykuri menjelaskan bahwa tujuan pemanggilan tersebut untuk mengetahui alasan Badan Otonom (banom) PPP itu mendukung pasangan Gus Nung dan Iqbal Bejeu.
Pasalnya PPP Jepara telah memutuskan untuk mendukung pasangan Witiarso Utomo dan Ibnu Hajar.
"PPP ini mengusung Mawar (Mas Wiwit - Hajar)."
Baca juga: 5 ASN Pemkab Jepara Menunggu Sanksi, Terbukti Langgar Netralitas setelah Foto Bareng Bacalon Bupati
"Bukan mengusung Juara (Gus Nung-Iqbal Bejeu)," kata Masykuri kepada Tribun, Senin (23/9/2024).
Masykuri pun menyangkan yang dilakukan oleh GPK Jepara.
Ia merasa sangat prihatin ketika mendengar kabar GPK deklarasi mendukung Gus Nung - Iqbal Bejeu.
Dia menyampaikan bahwa GPK sendiri belum melakukan konfirmasi kepada dirinya, sehingga dirinya merasa kecolongan.
"Saya agak kaget."
"Tidak konfirmasi, kok tiba-tiba GPK ada di kelompok sebelah," ujarnya.
Pemanggilan Ketua GPK
Dalam klarifikasi itu, Masykuri menanyakan sejumlah hal.
Antara lain soal dasar sikap manuver tersebut dan adakah kontrak politik antara GPK dan Gus Nung-Iqbal Bejeu.