Soal dasar sikap, Masykuri mendapati jawaban dari Gus Faruq, bahwa sikap GPK tersebut berdasarkan dawuh atau perintah dari Panglima GPK, Gus Muhammad Wafi Maemun atau Gus Wafi, putra almarhum KH Maimoen Zubair, untuk mengawal Gus Nung-Iqbal Bejeu.
Baca juga: ASN Jepara Disemprit! Dukung Bakal Calon Peserta Pilkada meski Dalam Kapasitas sebagai Ketua PPNI
Sementara, terkait kontrak politik, Gus Faruq memastikan kepada Masykuri bahwa GPK tak memiliki kontrak apapun dengan Gus Nung-Iqbal Bejeu.
Kendati demikian, karena PPP sudah mengusung Witiarso Utomo - Muhammad Ibnu Hajar (Wiwit - Hajar), maka secara struktural Masykuri meminta GPK mencabut dukungan terhadap Gus Nung-Iqbal Bejeu.
"Sikap DPC PPP, kami minta GPK harus mencabut dukungan kepada Juara," tegas Masykuri.
Bahkan, Masykuri mengancam akan memecat Gus Wafi dari jabatannya sebagai Ketua GPK Kabupaten Jepara.
Sikap ini merupakan peringatan keras kepada GPK.
Kendati demikian, Masykuri tak bisa menghalangi sikap pribadi Gus Faruq dan anggota GPK dalam mengambil langkah politik.
Untuk itu, pihaknya meminta agar jika ke depan Gus Faruq masih tetap mendukung dan mengampanyekan Gus Nung-Iqbal Bejeu, tidak boleh menggunakan atribut GPK atau PPP.
"Kalau pakai atribut PPP atau GPK, kita langsung (kami tindak tegas)."
"Kalau non atribut, silahkan."
"Itu hak mereka pribadi," tegas Masykuri.
Peringatan Keras
Di sisi lain, Ketua GPK Jepara, Gus Faruq menerima peringatan keras dari Masykuri tersebut.
Kendati demikian, selama ini arah gerakan GPK selama ini adalah sesuai dengan perintah Gus Wafi.
"Dari awal, di organisasi kami (GPK), panglima kami adalah Gus Wafi," ujar Gus Faruq.
Gus Faruq menyatakan, tak mempermasalahkan ancaman Masykuri.