Rinciannya, dua pasien masih dirawat, 11 pasien sembuh dan dipulangkan, dan satu pasien meninggal dunia.
Kemudian, orang dalam pemantauan (ODP) 123 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) delapan orang.
Tenaga medis diusir dari pasar
Di tempat lain, petugas medis yang hendak melaksanakan rapid tes dan swab test terhadap para pedagang dan pengunjung pasar, ramai-ramai diusir warga dari Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Video pengusiran tenaga medis tersebut pun viral di media sosial (medsos).
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengakui bahwa kejadian penolakan rapid test dan swab di Pasar Cileungsi adalah buntut dari kurangnya pemahaman pedagang tentang bahaya penularan virus Covid-19 dan arti penting tes.
• Ketika Para Pedagang Pilih Kabur dan Menghindari Rapid Test Massal, Padahal Gratis Tak Berbayar
• Wanita Ini Alami Pelecehan Seksual saat Gowes di Tengah Kota Semarang: Pantat Diremas, Saya Syok
• Video Detik-detik Merapi Meletus Pada Hari Ini, Minggu 21 Juni 2020 Pukul 09.00
• Densus 88 Turun Tangan, Kasus Penyerangan Wakapolres Karanganyar: Kita Uji DNA, Ada Titik Terang
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, saat ini pihaknya akan memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif dengan didukung fakta-fakta berapa jumlah pedagang dan keluarga yang tertular.
"Ini penting untuk dilakukan secara bersama sama agar soal pendataan seperti berapa yang meninggal akibat covid di pasar Cileungsi sebagai informasi yang harus dicermati oleh seluruh pedagang," ucap dia dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2020).
Menurut dia, pengusiran terhadap petugas medis saat itu terjadi karena pedagang merasakan kerugian secara ekonomi karena pasar ditutup dan sekarang pembeli cenderung berkurang.
"Fakta ini malah membuat pedagang jadi antipati terhadap upaya pemerintah untuk melakukan tes covid, karena khawatir akan memperpanjang kerugian mereka," ungkapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tolak Rapid Test Massal, Pedagang Pasar Pinasungkulan Manado Rusak Pos Kesehatan