Berita Kebumen

Tiga Siswi SMP di Kebumen Diduga Dipukul Guru, Orang Tua Lakukan Visum & Tolak Mediasi

Orang tua siswi SMPN 1 Bocor di Kebumen laporkan dugaan kekerasan oleh oknum guru. Tolak permintaan maaf, kasus ini berlanjut ke jalur hukum.

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
AI/ DALL-E
GURU PUKUL MURID: Gambar yang diciptakan menggunakan kecerdasan buatan atau ai menampakkan ilustrasi guru memarahi murid. Orang tua siswi SMPN 1 Bocor di Kebumen laporkan dugaan kekerasan oleh oknum guru. Tolak permintaan maaf, kasus ini berlanjut ke jalur hukum. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kasus dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap tiga siswi kelas 7 di SMPN 1 Bocor, Kabupaten Kebumen, memasuki babak baru.

Pihak orang tua siswa dengan tegas menolak jalur damai dan memilih untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Aduan ini disampaikan oleh perwakilan orang tua siswa kepada Bupati Kebumen pada Selasa (17/6/2025), setelah upaya mediasi dengan pihak sekolah tidak memenuhi rasa keadilan mereka.

Baca juga: KRONOLOGI Penganiayaan Lansia di Ledug Banyumas, Video Viral Pemukulan di Jembatan Kali Pelus

Tolak Maaf

Dalam laporannya, orang tua siswa menjelaskan bahwa anak-anak mereka, yang semuanya adalah perempuan, mengalami pemukulan di bagian wajah oleh oknum guru tersebut.

Sebagai bukti, mereka telah melakukan visum di RSUD Kebumen pada 13 Juni 2025.

Peristiwa ini menyebabkan para siswi mengalami syok dan trauma.

Meskipun telah dilakukan mediasi, pihak orang tua tidak dapat menerima jika masalah ini hanya diselesaikan dengan permintaan maaf.

"Mohon maaf Ijin, kami tidak terima jika hanya permohonan maaf krn alasan khilaf," tulis perwakilan orang tua dalam aduannya.

"Kami lanjutkan untuk laporan kepada Pihak Berwajib Agar Guru yg melakukan Tindakan kekerasan... dapat diberi hukuman sesuai Hukum yang berlaku," tambahnya

Berikut isi lengkap aduannya: 

"Assalamualaikum Wr Wb, Yth Bupati Kebumen Ijin melapor Saya salah satu orang tua siswa kelas 7 di SMPN 1 Bocor, Anak saya dan 2 orang temannya mengalami kekerasan fisik yg dilakukan oleh salah satu guru di SMPN 1 Bocor, tgl 13 Juni 2025 kami para orang tua sudah melakukan visum ke RSUD Kebumen atas tindakan pemukulan ke wajah anak-anak kami, saat ini anak2 kami syok atas hal yang terjadi, hari ini istri saya dan 2 org wali murid bermediasi dengan pihak sekolah, Mohon maaf Ijin, kami tidak terima jika hanya permohonan maaf krn alasan khilaf, kami lanjutkan untuk laporan kepada Pihak Berwajib Agar Guru yg melakukan Tindakan kekerasan kepada Siswa dalam hal ini anak-anak kami dapat diberi hukuman sesuai Hukum yang berlaku, anak-anak kami perempuan kelas 1 SMP di SMP N 1 Bocor, Terimakasih Hormat Kami Perwakilan Orang Tua Siswa"

Disdikpora Turun Tangan

Menanggapi laporan serius ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen menyatakan telah bergerak cepat melalui Tim Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKSP).

Dalam pernyataan resminya, Disdikpora menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan psikologis para siswi yang menjadi korban.

"Langkah pendampingan terhadap peserta didik telah dilakukan oleh tim terkait," jelas tim TPPKSP Disdikpora Kebumen.

Pihak dinas mendukung penuh penanganan kasus sesuai hukum yang berlaku dan berkomitmen menegakkan prinsip nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved