Berita Cilacap

"Siswa Berprestasi Jadi Pesimis," Ortu di Cilacap Bongkar 5 'Dosa' PPDB Online Jateng

Seorang warga di Cilacap melayangkan kritik tajam terhadap sistem PPDB Jateng 2025, menyoroti jadwal kacau, data DTKS telat, dan nilai rapor fantastis

Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
Faisal M Affan
JALUR PRESTASI SPMB - Beberapa ketentuan terkait jalur prestasi SPMB calon peserta didik tahun ajaran 2025/2026 jenjang SMP. Seorang warga di Cilacap melayangkan kritik tajam terhadap sistem PPDB Jateng 2025, menyoroti jadwal kacau, data DTKS telat, dan nilai rapor fantastis 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB Online tahun 2025 untuk jenjang SMA/SMK di Jawa Tengah menuai kritik tajam dari seorang warga di Cilacap.

Dalam aduannya yang sangat rinci pada Minggu (15/6/2025), ia membeberkan serangkaian masalah yang membuat proses seleksi dinilai tidak objektif dan semakin buruk dari tahun ke tahun.

Kritik yang ditujukan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini hanya mendapat respons singkat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Website SPMB 2025 SMA Negeri Sempat Tak Bisa Diakses, Disdikbudpar Jateng Akui Lakukan Perbaikan

Jadwal Kacau dan Data Siswa Miskin yang Telat Sinkron

Pelapor menyoroti beberapa masalah fundamental dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.

Pertama, jadwal pendaftaran yang dinilai tidak masuk akal karena sudah dibuka bahkan sebelum pengumuman kelulusan SMP.

Kedua, dan yang paling krusial, adalah masalah data untuk jalur Afirmasi.

Ia mengungkap bahwa proses verifikasi berkas dan pemilihan sekolah sudah berjalan, namun sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2025 baru dilakukan belakangan.

"SPMB sudah penutupan Verifikasi bahkan proses Pemilihan Sekolah sedang berjalan, data DTKS 2025 baru disinkronkan," tulisnya.

Hal ini berpotensi merugikan siswa dari keluarga tidak mampu yang datanya belum ter-update.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah dugaan penggelembungan nilai rapor oleh pihak sekolah asal (SMP/MTs).

Pelapor menyebut adanya "ketidakprofesionalan" dari satuan pendidikan yang membuat nilai rapor menjadi "begitu fantastis (gede)".

Akibatnya, proses seleksi seolah hanya menjadi ajang adu nilai rapor yang tidak mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya.

Hal ini, menurutnya, berdampak buruk pada mental siswa yang benar-benar berprestasi.

"Menjadikan siswa yang berprestasi baik akademik dan non akademik pesimis (mempunyai rasa malas buat berkarya) karena sudah kalah persaingan dengan nilai raport di sekolah impiannya," ungkapnya.

Jawaban Standar Dinas

Menanggapi kritik yang sangat tajam dan detail tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan jawaban yang sangat singkat dan bersifat umum.

"Terimakasih atas kritik dan sarannya, untuk kedepannya akan menjadi bahan evaluasi bagi kami," tulis admin dinas.

Jawaban normatif ini tentu belum memuaskan warga yang menginginkan adanya perbaikan sistem secara menyeluruh.

Para orang tua dan siswa di Jawa Tengah kini hanya bisa berharap 'bahan evaluasi' tersebut benar-benar diwujudkan dalam perbaikan sistem PPDB di tahun-tahun mendatang.

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved