Berita Semarang

Terungkap! 10 Ribu Ijazah Lulusan di Semarang Ditahan Sekolah Swasta, Pemkot Diminta Turun Tangan

Puluhan ribu ijazah lulusan sekolah swasta di Kota Semarang ternyata masih ditahan sekolah.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IDAYATUL ROHMAH
AUDIENSI - Perwakilan sekolah swasta di Semarang mendatangi kantor DPRD Kota Semarang, Jumat (13/6/2025). Mereka mengadukan soal ribuan ijazah yang tertahan di sekolah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Puluhan ribu ijazah lulusan sekolah swasta di Kota Semarang ternyata masih ditahan sekolah.

Hal ini terungkap dalam audiensi pihak sekolah dengan DPRD Kota Semarang, di kantor dewan, Jumat (13/6/2025).

Perwakilan sejumlah sekolah swasta itu mendatangi kantor DPRD Kota Semarang untuk meminta solusi agar mereka bisa menyerahkan ijazah siswa yang masih ditahan.

Penahanan ijazah itu dilakukan karena siswa menunggak biaya sekolah.

Kedatangan mereka juga terkait rencana Pemkot Semarang membebaskan ijazah siswa, dalam program 100 hari kerja Wali Kota Semarang.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Semarang, Sutarto mengatakan, sekolah swasta mengharapkan ada kompensasi yang signifikan dari Pemkot Semarang jika mereka menyerahkan ijazah tersebut kepada lulusan mereka.

Baca juga: 5 Sekolah di Semarang Jadi Percontohan Pendidikan Iklim

Mereka meminta, kompensasi itu ditanggung Pemkot Semarang.

Sebab, saat ini, tanggungan dinilai cukup besar dan dirasakan membebani kebutuhan operasional sekolah.

"Ini berpengaruh terhadap gaji tenaga pendidik dan fasilitas pendukung sekolah."

"Kalau dihitung, jumlah total aset atau piutang semua sekolah Muhammdiyah, dari tahun 2017-2023, mencapai Rp7,6 miliar," kata Sutarto di sela audiensi.

"Kalau pemerintah bisa membayar gaji guru dengan standar UMK, kami tidak keberatan. Kami tinggal mengadakan operasional untuk pembelajaran pendidikan," lanjutnya.

Pihaknya juga meminta adanya perhatian untuk guru swasta, termasuk guru Muhammadiyah agar lebih terasah.

"Kami ada forum guru Muhammdiyah yang beranggotakan 300 orang dari SD, SMP, dan SMA. Kalau difasilitasi dan diberikan pelatihan pemkot, ini sangat membantu kami lebih berkualitas dan berkompeten serta berinovasi dalam memberikan pembelajaran," ungkapnya. 

Audiensi tersebut diikuti belasan perwakilan sekolah swasta, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA.

Satu di antaranya, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Semarang, Rojudin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved