Berita Wonosobo

Viral Patung Biawak Realistis di Wonosobo, Anggaran Pembangunan Cuma Rp50 Juta Tanpa APBD

Ikon baru tugu patung biawak di Kabupaten Wonosobo akhir-akhir ini mencuri perhatian masyarakat luas.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: mamdukh adi priyanto
imah masitoh/tribunbanyumas.com
TUGU BIAWAK - Penampakan tugu patung biawak bernama Tugu Krasak Menyawak yang berlokasi di jalur Wonosobo-Banjarnegara turut Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Senin (21/4/2025). Tugu ini viral lantaran memiliki bentuk yang dinilai mirip dengan biawak sungguhan dan disebut-sebut dibangun dengan anggaran yang tidak fantastis. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ikon baru tugu patung biawak di Kabupaten Wonosobo akhir-akhir ini mencuri perhatian masyarakat luas.

Tugu yang berlokasi di jalur Wonosobo-Banjarnegara turut Desa Krasak, Kecamatan Selomerto ini dinilai memiliki tampilan yang mirip dengan biawak sungguhan.

Pembuatan tugu ini diinisiasi oleh pemuda karang taruna desa setempat dan pembuatannya dinahkodai oleh seniman asli Wonosobo bernama Arianto.

Baca juga: Seniman Wonosobo Bikin Gempar, Ciptakan Patung Biawak Mirip Aslinya

Secara fisik, tugu patung biawak ini memiliki tinggi 7 meter dengan lebar 4 meter.

Tampak secara kasat mata patung biawak berwarna hitam dengan corak kuning sedang merayap di sebuah batu dengan lidah yang menjulur keluar dan menoleh ke arah kiri.

Sebetulnya pengerjaan tugu ini masih belum selesai sepenuhnya, masih ada finishing dan penambahan pada area di sekitarnya seperti taman dan bangku-bangku untuk menambah keestetikannya. 

Meskipun begitu tugu ini berhasil menarik perhatian masyarakat.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Dorong Candiyasan-Keseneng Jadi Kawasan Wisata, Warga Lokal Diimbau Tak Jual Rumah

Tidak sedikit pengguna jalan yang sengaja berhenti untuk berfoto dan mengabadikan gambar Tugu Krasak Menyawak ini.

"Peletakan batu pertama di tanggal 3 Februari 2025 dan selesai tepat satu setengah bulan. Tapi rencananya akan ada penambahan lainnya," kata Ketua Karang Taruna Kecamatan Selomerto, Ahmad Gunawan Wibisono kepada TribunBanyumas.com, Selasa (22/4/2025). 

Selain bentuk patungnya yang dipuji, banyak beredar luas terkait anggaran pembuatannya yang diisukan menggunakan anggaran dana desa senilai Rp50 juta.

Mengklarifikasi hal tersebut, Kepala Desa Krasak, Supinah menuturkan, kabar tersebut tidaklah benar.

"Saya klarifikasi itu bukan dari anggran desa, itu dari anggaran CSR dari kabupaten dan dibantu swadaya dari masyarakat seperti gotong-royongnya dan konsumsi selama pembangunannya," ucapnya.

Tanpa APBD

Sementara itu, di tempat yang berbeda Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat juga menyampaikan terkait dengan anggaran pembuatan tugu tersebut juga bukan berasal dari APBD kabupaten melainkan bantuan dari BUMD di Kabupaten Wonosobo.

"Kita coba wujudkan keinginan masyarakat."

"Pemerintah daerah kan enggak punya duit."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved