Sabtu, 18 April 2026

Berita Jateng

Dua Santri Jadi Menteri Prabowo-Gibran, Disinggung saat Peringatan Hari Santri di Kudus

Ribuan santri di Kabupaten Kudus mengikuti upacara hari santri nasional di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (22/10/2024).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: mamdukh adi priyanto
Rifqi Gozali/TribunBanyumas.com
Sejumlah santri saat mengikuti upacara peringatan hari santri nasional di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (22/10/2024). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pada upacara peringatan Hari Santri di Kudus, pemerintah kabupaten singgung dua santri asal Kota Kretek yang baru saja diangkat menjadi menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Dia adalah Abdul Muti dan Nusron Wahid.

Ribuan santri di Kabupaten Kudus mengikuti upacara hari santri nasional di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Selasa (22/10/2024).

Dalam upacara kali ini santri diharapkan menjadi jembatan dialog antarkalangan masyarakat dengan menjunjung nilai-nilai toleransi dan perbedaan.

Baca juga: Kecelakaan Rombongan Santri di Tol Bawen-Semarang, Sopir Tak Bisa Tunjukkan SIM

Peserta upacara peringatan hari santri kali ini merupakan santri dari berbagai pondok pesantren dan madrasah.

Selain itu, upacara yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti juga dihadiri oleh perwakilan dari organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Dalam amanat Penjabat Bupati Kudus M Hasan Chabibie yang dibacakan oleh Revlisianto Subekti mengatakan, dalam peringatan hari santri ini tidak bisa dilupakan momentum bersejarah 22 Oktober 1945 ketika KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa resolusi jihad menyerukan kepada umat Islam khusunya para santri untuk berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia.

"Perjuangan ini santri tidak hanya penjaga moral dan akhlak, tapi juga agen perubahan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa," kata Revlisianto.

Baca juga: Daftar Korban Tewas Kecelakaan Rombongan Santri di Tol Bawen-Semarang: Satu Warga Grobogan

Saat ini santri sudah hadir dalam berbagai macam bidang.

Mulai dari pendidikan, pemerintahan, sampai ekonomi.

Revlisianto mencontohkan dua santri asal Kudus yang saat ini tergabung dalam kabinet merah putih.

Keduanya adalah Nusron Wahid sebagai Menteri ATR/BPN dan Prof Abdul Mu'ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Ini adalah pencapaian yang mencerminkan bahwa santri tidak hanya mampu berperan di bidang agama, tetapi juga berkontribusi dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik," katanya.

Dengan berbagai sepak terjang yang telah dibuktikan santri dalam kehidupan sosial keagamaan.

Revlisianto melanjutkan, santri diharapkan mampu menjadi jembatan dalam dialog antarkalangan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan perbedaan dalam menghadapi tahun politik.

Baca juga: Elf Rombongan Santri Kecelakaan di Tol Bawen Semarang, 4 Orang Tewas

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kudus Suhadi mengatakan, hari santri dengan tema menyambung juang merengkuh masa depan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved