Jumat, 17 April 2026

Tips Parenting

Hati-hati, Penerapan Bilingual Bisa Memicu Anak Terlambat Bicara. Begini Kata Dokter IDAI

Penggunaan dua bahasa atau bilingual di masa awal anak belajar berbicara justru dapat menyebabkan anak terlambat bicara atau speech delay.

Editor: rika irawati
FREEPIK
Ilustrasi anak belajar lewat bermain. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penggunaan dua bahasa atau bilingual di masa awal anak belajar berbicara justru dapat menyebabkan anak terlambat bicara atau speech delay.

Hal ini diungkapkan Unit Kerja Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR dr Fitri Hartanto, SpA(K).

Menurut Fitri, ada dua faktor yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.

"Pertama adalah faktor intrinsik. Faktor ini menyebabkan keterlambatan bicara tipe sekunder, di antaranya karena kelainan organ, gangguan syaraf, gangguan perilaku, gangguan kognitif," ungkapnya pada media briefing virtual, Selasa (15/10/2024).  

Sementara, faktor ekstrensik terkait pada aspek bahasan, bukank karena kelainan pada organ.

Dalam hal ini, Fitri mengelompokkan pada pembelajaran yang salah dan stimulasi yang kurang.

Baca juga: Gaya Hidup Bisa Picu Hipertensi pada Anak Muda, Begini Cara Mengendalikan untuk Mencegah Komplikasi

Fitri mencontohkan, pembelajaran yang salah terjadi saat orangtua menggunakan lebih dari satu bahasa di awal kehidupan anak karena ingin anak langsung menguasai dua bahasa sekaligus.

Padahal, kata dia, anggapan ini salah karena anak seharusnya belajar berbahasa dalam makna sebagai alat komunikasi.

Karena itu, bilingual dengan tujuan membantu anak menguasai dua bahasa sekaligus efektif jika dilakukan pada usia sekolah, bukan di usia dua tahun pertama anak.

"Di literatur dikatakan, bilingual di usia awal itu sangat mengganggu proses pembelajaran bahasa. Sehingga, akan terjadi keterlambatan berbicara."

"Menerjemahkan bahasa yang salah, seperti pada kasus tadi, dia menggunakan bahasa tubuh," kata Fitri.

Selain pembelajaran yang salah, Fitri mengatakan, hal lain yang dapat mengganggu anak terlambat bicara adalah stimulasi yang kurang.

Dalam hal ini, kata Fitri, orangtua biasanya langsung menuruti kemauan anak tanpa melatih mereka meminta lewat bahasa.

Misalnya, anak hanya menunjukkan tangan pada benda yang diingini, orangtua langsung memberi.

Hal ini akan membuat anak memahmi gestur tubuh sebagai bahasa yang benar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved