Berita Semarang

Orangtua hingga Polisi Cari Pelatih Marching Band SMPN 1 Semarang, Kabur Sejak Piagam Palsu Mencuat

Pelatih marching band SMPN 1 Semarang berinisial S dalam pencarian orangtua, Inspektorat Jateng, juga polisi terkait dugaan piagam palsu.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah
Ilustrasi. Puluhan wali murid menggeruduk kantor Gubernur Jateng di Kota Semarang, Kamis (11/7/2024). Mereka memprotes keputusan Pemprov Jateng menganulir poin piagam diduga palsu kejuaraan marchingband yang digunakan mendaftar di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah 2024 jalur prestasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pelatih marching band SMPN 1 Semarang berinisial S tengah dicari orangtua, inspektorat, juga polisi terkait dugaan piagam palsu dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah.

Pria tersebut menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran keabsahan piagam yang digunakan 69 calon siswa baru mendaftar PPDB Jateng 2024 jalur prestasi.

Sejak awal temuan piagam palsu hingga hari terakhir tahap daftar ulang calon peserta didik (CPD) cadangan di SMAN/SMKN di Jateng, Rabu (17/7/2024), S masih belum ada kabar.

Keberadaan S pun tidak diketahui.

Namun, polisi sempat mendapat informasi, S tengah berada di luar kota.

Baca juga: Menyerah, 30 Calon Siswa Pemilik Piagam Diduga Palsu di PPDB Jateng 2024 Daftar ke Sekolah Swasta

Informasi ini didapat saat mereka memanggil S untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan piagam palsu yang ditangani.

"Masih dalam pencarian kami, yang bersangkutan di mana posisinya."

"Dia kan statusnya saksi. Pertama, tentunya ini sudah kami panggil dulu. Ini kami panggil kedua," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Andhika Dharma Sena, dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/7/2024).

Bila saksi kunci itu masih tidak memenuhi panggilan pada pekan ini maka polisi akan melakukan upaya paksa.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 13 saksi terkait kasus piagam palsu.

Termasuk, dari pihak sekolah dan wali murid. Hanya pelatih S yang masih belum memmberikan kesaksian.

"Kalau yang bersangkutan tidak hadir, bisa upaya paksa nanti," tegasnya.

Sementara, Indah, perwakilan wali murid dari 69 calon siswa yang mengikuti Malaysia international virtual band championship tahun 2022 mengatakan, orangtua murid merasa ditipu S.

Mereka pun marah lantaran S kabur dan seperti lepas tangan dalam kasus yang kini dialami anak-anak tersebut.

Sejak awal, S dan sekolah memberitahu mereka bila anak-anaknya mendapat juara 1 dalam perlombaan itu.

Lalu, pada hari terakhir pendaftaran atau verifikasi berkas, yakni 27 Juni 2024, pihaknya mendapat informasi, piagam tersebut diduga palsu karena ternyata, marching band mereka mendapat juara 3.

Hal itu akhirnya membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng menganulir poin piagam itu.

Para wali murid pun beramai-ramai menelpon pelatih untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban.

Namun, S hanya sekali mengangkat telepon mereka lalu hilang tanpa kabar.

"Tanggal 27 Juni ditelepon beberapa orang tua masih diangkat, pas ditelpon, bilang saya bingung. Kita marah, kita minta dia mendatangi kita setelah ada surat dari Disporapar, tapi dia enggak dateng, setelah itu beliau menghilang. Itu terakhir komunikasi sampai sekarang enggak tau di mana itu orang," kata Indah saat diwawancarai, Minggu (14/7/2024).

Baca juga: Tak Terpengaruh Poin Dikurangi, 7 Calon Siswa Baru Pengguna Piagam Diduga Palsu Lolos PPDB Jateng

Sementara, Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto mengatakan, pihaknya sudah tiga kali mengundang S secara tertulis untuk mendalami kasus ini.

"Karena sudah tiga kali, kami hentikan. Kami menggunakan klarifikasi pihak lain."

"Setelah tidak hadir, kami dua kali mendatangi ke rumah orangtua di Kabupaten Kendal dan juga kosnya. Ketika kejadian itu viral, yang bersangkutan tidak di rumah maupun di kos," ungkap Dhoni di kantor Gubernur Jateng, Rabu (10/7/2024). (Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Piagam Palsu PPDB Jateng, Pelatih "Marching Band" Dicari Wali Murid, Inspektorat, dan Polisi".

Baca juga: KPK Obok-obok Balai Kota Semarang, Geledah 3 Kantor sambil Bawa Koper

Baca juga: Mayat Perempuan Bertato di Demak Diduga Masih di Remaja, Polisi Minta Warga Bantu Ungkap Identitas

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved