Berita Semarang
Menyerah, 30 Calon Siswa Pemilik Piagam Diduga Palsu di PPDB Jateng 2024 Daftar ke Sekolah Swasta
Sebanyak 30 calon siswa baru diduga pengguna piagam palsu dalam PPDB Jateng 2024 memilih mendaftar ke sekolah swasta setelah poin piagam dianulir.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Orangtua sekitar 30 lulusan SMPN 1 Semarang akhirnya memilih mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng) menganulir poin piagam marching band yang diduga palsu.
Meski begitu, sebagian lain masih memperjuangkan anak-anak mereka diterima di sekolah tujuan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jateng jalur prestasi.
Para orangtua berharap, Disdikbud Jateng mengizinkan mereka mengganti piagam kejuaraan lain menggantikan piagam marching band yang diduga palsu.
Perwakilan wali murid SMPN 1 Semarang, Indah mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab setiap orangtua untuk menyekolahkan anaknya.
Satu di antaranya, keputusan orangtua mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta setelah poin piagam marching band yang mereka gunakan mendaftar di PPDB 2024 jalur prestasi dianulir.
"Lebih dari 30 ya yang daftar swasta. saya memaklumi yang sudah mendaftarkan anak-anaknya ke swasta, itu merupakan tanggung jawab mereka," ujar Indah seusai audiensi dengan wali kota Semarang, Minggu (15/7/2024).
Baca juga: Keputusan Disdikbud Jateng Anulir Poin Piagam Diduga Palsu Bikin Sakit, Orangtua Siap Gugat ke PTUN
Sementara, sekitar 30 wali murid lain masih terus memperjuangkan upaya memasukkan buah hati mereka ke sekolah negeri yang diiinginkan.
Mereka beralasan, orangtua dan calon siswa baru tidak mengetahui adanya pemalsuan piagam itu.
"Beberapa dari kami bertahan menunggu hasilnya. Kami tetap punya tanggung jawab menyekolahkan anak-anak di mana pun itu. Luka pasti, enggak cuma anak-anak tapi harus sekolah," tuturnya.
Ada 69 anak yang menggunakan piagam diduga palsu saat mendaftar di PPDB Jateng 2024.
Tujuh di antara mereka tetap di terima di sekolah tujuan meski poin piagam diduga palsu yang digunakan telah dianulir lantaran nilai rapor telah mencukupi masuk ke SMAN/SMKN pilihan.
Informasi di Hari Terakhir PPDB
Indah menjelaskan, anak-anak tersebut mengikuti ekstrakurikuler marching band di SMPN 1 Semarang sejak kelas VII.
Saat mengikuti kejuaraan marching band Malaysia secara virtual, pelatih berinisial S memberitahu mereka bila murid-murid mendapat juara 1.
Namun, pada hari terakhir pendaftaran atau verifikasi berkas PPDB 2024 pada 27 Juni 2024, pihaknya mendapat info dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng bahwa piagam mereka tidak sah.
Ada Kasus Kebakaran di Kota Lama, Pemkot Semarang akan Tinjau Ulang Pemanfaatan Gedung Cagar Budaya |
![]() |
---|
Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama Semarang Terbakar, Lantai Dua Resto Sego Bancakan Hangus |
![]() |
---|
Pelaku Penculikan Siswa SD di Gunungpati Semarang Ditangkap, Pernah Lecehkan Anak-anak |
![]() |
---|
Fakta Baru Kematian Pemuda di Reservoir Siranda Semarang: Polisi Cari Dua Pria Misterius |
![]() |
---|
Kisah Lidiah Riyanti, Jadikan Gojek Ruang Perjuangan Hidup setelah Usaha Suami Gulung Tikar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.