Berita Semarang

Dikabarkan di Luar Semarang, Polisi Bakal Panggil Paksa Pelatih Marching Band Kasus Piagam Palsu

Polrestabes Semarang bakal memanggil paksa pelatih marching band SMPN 1 Semarang terkait dugaan piagam palsu di PPDB Jateng.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK POLRESTABES SEMARANG
Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena (kiri) saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/1/2024). Andika bakal memanggil paksa pelatih marching band terkait dugaan piagam palsu yang digunakan peserta PPDB Jateng. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Polrestabes Semarang bakal memanggil paksa pelatih marching band SMPN 1 Semarang terkait dugaan piagam palsu di PPDB Jateng.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena mengatakan, pelatih berinisial S tersebut dikabarkan ada di luar kota.

Andika mengatakan, status penanganan kasus dugaan piagam palsu itu sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Kenaikan status kasus tersebut memungkinkan polisi memaksa saksi-saksi untuk datang dalam pemeriksaan.

"Namun, pelatih marching band berinisial S sudah tidak di Kota semarang. Yang bersangkutan (S) dipanggil sebagai saksi juga tidak datang."

"Jadi, nanti kami lakukan pencarian keberadaan S dan bisa ada upaya paksa di panggilan kedua ini," terang Andika.

Baca juga: Geruduk Kantor Gubernur Jateng, Wali Murid Pemilik Piagam Diduga Palsu Minta Masuk Cadangan PPDB

Menurut Andika, S masih berstatus sebagai saksi.

Sebelumnya, S mangkir dari panggilan polisi.

Padahal, kata Andika, kesaksian S sangat penting untuk mengurai benang merah kasus dugaan piagam palsu tersebut.

"Sampai saat ini, pelatih (S) masih kami perlu dengar kesaksiannya. Terutama, motifnya apa (dugaan piagam palsu)," paparnya.

Andika mengatakan, dalam upaya mengungkap kasus ini, penyidik telah memeriksa 12 saksi.

Mereka adalah pihak sekolah, komite, dan pihak yang memiliki piagam.

"Dari keterangan pemilik piagam, mereka mengaku tidak tahu terkait dugaan piagam palsu itu," katanya.

Selain memeriksa para saksi, polisi juga tengah meminta konfirmasi ke panitia lomba marching band yang berada di Malaysia.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Malaysia untuk meminta dokumen asli untuk dicocokan," ucapnya.

Baca juga: Nilai Piagam Marching Band Dianulir, Bagaimana Nasib Calon Siswa yang Diterima di PPDB Jateng?

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved